Prabowo-Putin Makin Lengket! Dari Energi hingga Nuklir, Hubungan RI-Rusia Kian Strategis

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Kremlin, Moskow, membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. (Sumber: Bloomberg/The Star)

Ringkasan Berita:

  • Putin soroti kenaikan perdagangan RI-Rusia 12,5% meski awal tahun sempat melambat
  • Kunjungan Prabowo ke Rusia makin intens, sudah 3 kali dalam setahun
  • Kerja sama meluas: energi, nuklir, militer hingga investasi Rp38 triliun

JatiNetwork.Com – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan semakin eratnya hubungan ekonomi dengan Indonesia saat menerima Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kremlin, Moskow.

Dalam pertemuan tersebut, Putin mengungkapkan bahwa nilai perdagangan antara kedua negara sempat mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 12,5% pada tahun lalu, meskipun di awal tahun ini terjadi sedikit penyesuaian.

“Pada awal tahun ini memang ada sedikit penurunan, namun kami berharap kunjungan ini bisa menghasilkan solusi agar hubungan tetap stabil dan terus tumbuh,” ujar Putin.

Kunjungan ini menjadi yang ketiga bagi Prabowo ke Rusia dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Intensitas tersebut menandakan semakin kuatnya hubungan strategis antara Indonesia dan Rusia, khususnya di tengah dinamika geopolitik global.

Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara kini активно memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia, untuk memperkuat ketahanan energi dan pasokan komoditas penting yang terdampak konflik global, terutama di Timur Tengah.

Sebelumnya, pada Desember lalu, kedua pemimpin telah membahas sejumlah kerja sama strategis, mulai dari minyak dan gas, pengembangan energi nuklir, pelatihan militer, hingga perdagangan sektor pertanian seperti gandum dan pupuk.

Tak hanya itu, kerja sama investasi juga menjadi sorotan. Russian Direct Investment Fund (RDIF) disebut akan bergabung dengan sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, untuk membentuk platform investasi dengan potensi dana mencapai €2 miliar atau sekitar Rp38 triliun.

Langkah ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global, terlebih setelah resmi menjadi anggota penuh BRICS, yang disebut Putin sebagai peluang baru untuk memperluas kerja sama bilateral.

Kedekatan Prabowo dengan Putin juga terlihat sebelumnya, saat ia memilih menghadiri forum ekonomi internasional di St. Petersburg dan melewatkan pertemuan G7 di Kanada.

Dengan berbagai kerja sama yang terus berkembang, hubungan Indonesia-Rusia kini tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga semakin dalam secara ekonomi dan strategis.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING