Ringkasan:
- Pemkab Sumedang menyiapkan rancangan program Beasiswa Sumedang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa.
- Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan pentingnya kemampuan belajar dan beradaptasi menghadapi disrupsi teknologi.
- Sebanyak 1.007 mahasiswa baru UNSAP dan STAI Sumedang mendapat motivasi untuk berani menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman.
JatiNetwork.Com – Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah merancang program Beasiswa Sumedang sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Rencana tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sumedang dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rencana tersebut saat menjadi narasumber dalam agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas April (UNSAP) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sumedang, Minggu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1.007 mahasiswa baru dari kedua perguruan tinggi di Kabupaten Sumedang.
Dalam kesempatan itu, Dony tidak hanya berbicara mengenai pendidikan, tetapi juga mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan.
“Masa depan itu tidak ditunggu, tetapi dirancang. Yang bertahan di era sekarang bukan hanya yang paling pintar, tetapi yang paling cepat belajar dan beradaptasi,” kata Dony.
Ia meminta mahasiswa tidak memandang perubahan dan tantangan sebagai sesuatu yang harus dihindari.
Sebaliknya, berbagai tantangan perlu dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman dan pola pikir.
“Jadikan tantangan sebagai peluang, dan beranilah keluar dari zona nyaman,” ujarnya.
Dony juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki keberanian untuk menerima kritik yang konstruktif sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Menurutnya, kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkembang, tetapi dapat dijadikan pengalaman untuk memperbaiki diri.
Mahasiswa juga didorong untuk belajar dari keberhasilan orang lain tanpa kehilangan keberanian untuk membangun jalan dan prestasi mereka sendiri.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi dunia pendidikan dan dunia kerja yang terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital.
Di tengah perubahan tersebut, mahasiswa dituntut tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga terus mengembangkan kemampuan baru.
Rencana Beasiswa Sumedang menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui dukungan terhadap akses pendidikan tinggi.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Sumedang berupaya membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kompetensi.
Bagi pemerintah daerah, peningkatan kualitas pendidikan tinggi merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan Sumedang.
Sementara bagi mahasiswa, masa perkuliahan menjadi momentum untuk membangun kemampuan, memperluas pengalaman dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin kompetitif.
Pemkab Sumedang berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna perubahan teknologi, tetapi mampu beradaptasi dan mengambil peran dalam menciptakan berbagai peluang baru.***










