Lowongan Penulis
Bagi Anda yang Hoby Menulis, ingin jadi wartawan? Bergabung bersama Kami. Kirim CV Anda ke jatinetworkindonesia@gmail.com
AI  

Edit Gambar Berkali-kali Tanpa Mengubah Karakter, Ini Kemampuan Baru ChatGPT Images

Ilustrasi ChatGPT Images mempertahankan karakter saat editing berulang
Ilustrasi kemampuan ChatGPT Images mempertahankan karakter dan detail subjek saat gambar diedit secara bertahap.

Ringkasan

  • ChatGPT Images 2.5 meningkatkan kemampuan mempertahankan detail dan karakter subjek saat gambar diedit berulang kali.
  • Pengguna dapat melakukan perubahan bertahap tanpa harus selalu membuat gambar baru dari awal.
  • Kemampuan ini membuka peluang baru untuk produksi konten, desain, pemasaran, dan kebutuhan visual media digital

JatiNetwork.Com – Salah satu tantangan dalam pembuatan gambar menggunakan AI adalah menjaga agar karakter, objek, dan komposisi tetap konsisten setelah gambar mengalami beberapa kali perubahan.

Sebuah gambar yang awalnya sudah sesuai keinginan terkadang dapat berubah wajah, pakaian, bentuk objek, pencahayaan, atau latarnya ketika pengguna meminta revisi berikutnya.

Masalah tersebut mulai mendapat perhatian melalui peningkatan pada ChatGPT Images 2.5, yang dirancang untuk mempertahankan lebih banyak detail dan karakteristik subjek ketika proses editing dilakukan secara bertahap.

OpenAI menyebut peningkatan tersebut mencakup kemampuan mempertahankan subjek dari gambar referensi, tekstur yang lebih kaya, pencahayaan yang lebih natural, serta konsistensi yang lebih baik dalam proses editing multi-turn.

Mengapa Konsistensi Penting?

Bayangkan seorang kreator sudah menghasilkan gambar seorang tokoh dengan pakaian tertentu.

Pada tahap berikutnya, ia ingin mengganti latar belakang, kemudian mengubah warna pakaian, setelah itu menambahkan kendaraan dan mengubah suasana menjadi malam.

Jika setiap perubahan membuat wajah atau karakter tokoh ikut berubah, pengguna harus mengulang proses berkali-kali.

Bagi media digital, kondisi tersebut tentu tidak efisien karena satu karakter atau objek yang sama sering kali harus digunakan dalam banyak materi visual.

Dari Generate ke Edit

Perubahan penting dalam perkembangan AI gambar adalah bergesernya pola kerja dari generate sekali menjadi generate lalu edit berkali-kali.

Pengguna dapat membuat gambar awal, kemudian memberikan instruksi koreksi sedikit demi sedikit sampai memperoleh hasil yang diinginkan.

Dengan pendekatan tersebut, AI lebih menyerupai partner desain yang bekerja secara iteratif daripada mesin yang hanya menghasilkan gambar baru setiap kali menerima prompt.

Contoh Sederhana

Misalnya pengguna membuat gambar seorang presenter sedang berdiri di studio.

Prompt awal:

“Buat foto realistis presenter perempuan Indonesia berdiri di studio berita modern, mengenakan blazer navy dan kemeja putih, pencahayaan profesional, gaya fotografi editorial, format horizontal 16:9.”

Setelah gambar selesai, pengguna tidak perlu membuat ulang dari awal.

Ia dapat melanjutkan:

“Pertahankan wajah, pakaian, posisi tubuh, dan komposisi. Hanya ubah latar belakang menjadi studio berita dengan layar digital.”

Kemudian:

“Pertahankan seluruh elemen sebelumnya. Ubah pencahayaan menjadi suasana malam dan tambahkan sedikit cahaya biru dari layar studio.”

Cara seperti ini memungkinkan satu gambar berkembang melalui beberapa tahap.

Jangan Mengubah Semuanya Sekaligus

Untuk mendapatkan hasil yang lebih terkontrol, perubahan sebaiknya diberikan secara spesifik.

Daripada mengatakan “buat lebih bagus”, lebih baik mengatakan bagian mana yang harus diubah dan bagian mana yang harus dipertahankan.

Contohnya:

“Pertahankan karakter, wajah, rambut, pakaian, posisi kamera, dan komposisi. Hanya ubah latar belakang menjadi kawasan perkotaan Jakarta pada malam hari.”

Instruksi seperti ini memberikan batas yang lebih jelas kepada AI.

Mempertahankan Foto Referensi

Kemampuan mempertahankan subjek juga penting ketika pengguna menggunakan gambar referensi.

Menurut OpenAI, Images 2.5 ditingkatkan agar dapat menjaga karakteristik subjek dari gambar referensi dengan lebih baik ketika subjek tersebut ditempatkan dalam konteks atau komposisi baru.

Misalnya seorang fotografer memiliki foto produk dan ingin menempatkannya dalam beberapa lingkungan berbeda.

Produk yang sama dapat digunakan sebagai referensi untuk menghasilkan visual di meja kerja, ruang pamer, lingkungan luar ruangan, atau suasana promosi tertentu.

Berguna untuk Produksi Konten

Kemampuan tersebut sangat relevan bagi industri media dan pemasaran.

Satu karakter visual dapat dikembangkan menjadi beberapa materi dengan latar, suasana, atau komposisi berbeda tanpa kehilangan identitas utamanya.

Begitu pula dengan sebuah produk, kendaraan, bangunan, atau objek tertentu yang membutuhkan konsistensi visual dalam berbagai materi publikasi.

Cara Membuat Prompt Editing

Ada pola sederhana yang dapat digunakan:

Pertahankan: sebutkan elemen yang tidak boleh berubah.

Ubah: sebutkan bagian yang ingin diperbaiki.

Hasil: jelaskan seperti apa tampilan akhirnya.

Contohnya:

“Pertahankan wajah, rambut, pakaian, pose, proporsi tubuh, dan sudut kamera. Ganti hanya latar belakang dengan taman tropis Indonesia pada pagi hari. Pertahankan pencahayaan natural dan buat hasil akhir seperti foto editorial profesional.”

Semakin spesifik batas perubahan, semakin jelas tujuan editing yang diberikan kepada AI.

Untuk Banyak Versi Visual

Workflow ini juga dapat digunakan untuk membuat beberapa versi materi dari satu gambar utama.

Misalnya gambar pertama digunakan sebagai versi artikel, kemudian diedit menjadi versi promosi media sosial, versi banner, atau visual dengan suasana berbeda.

Pengguna tidak perlu selalu memulai dari halaman kosong karena gambar sebelumnya dapat menjadi dasar untuk perubahan berikutnya.

Tetap Ada Batasannya

Peningkatan konsistensi bukan berarti AI selalu mempertahankan setiap detail secara sempurna.

Perubahan yang sangat besar, instruksi yang saling bertentangan, atau proses editing yang terlalu kompleks tetap dapat menyebabkan beberapa elemen berubah.

Karena itu, pengguna sebaiknya menyimpan hasil yang sudah dianggap penting dan menggunakan instruksi editing secara bertahap.

Pada akhirnya, kemampuan editing multi-turn menunjukkan perubahan besar dalam cara manusia menggunakan AI gambar.

AI tidak lagi hanya digunakan untuk membuat sebuah gambar, tetapi semakin dapat digunakan untuk mengembangkan satu gambar melalui proses kreatif yang berulang.

Bagi kreator, desainer, fotografer, dan media digital, kemampuan tersebut berarti lebih sedikit pekerjaan yang harus dimulai dari nol dan lebih banyak kesempatan untuk menyempurnakan sebuah ide sampai benar-benar sesuai kebutuhan.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING