Ringkasan :
- Pemkab Sumedang dan PLN Icon Plus menjajaki pengembangan Green Ecosystem sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
- Kolaborasi diarahkan pada pengelolaan sampah terintegrasi dan pengembangan aplikasi Carbon Footprint untuk mendukung pengurangan emisi.
- Kerja sama konektivitas yang telah berjalan sejak 2018 akan diperluas ke penguatan Smart City dan ekosistem digital-hijau.
JatiNetwork.Com – Pemerintah Kabupaten Sumedang dan PT PLN Icon Plus mulai memperluas arah kerja sama dari penguatan konektivitas digital menuju pengembangan Green Ecosystem dan Smart City.
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung saat Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima kunjungan Komisaris dan jajaran Direksi PT PLN Icon Plus di Command Center Sumedang, Selasa (8/9/2026).
Menurut Dony, kunjungan PLN Icon Plus menjadi momentum untuk melihat perkembangan digitalisasi yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi baru.
“Kedatangan PT PLN Icon Plus untuk melihat kondisi digitalisasi dan melihat potensi kerja sama ke depannya, terutama berkaitan dengan Smart City dan Green Ecosystem,” ujar Dony.
Salah satu konsep yang akan dikembangkan adalah Green Ecosystem melalui pengelolaan sampah secara lebih terintegrasi agar sampah dapat dikelola sejak dari sumber dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir atau TPA.
Konsep tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Sumedang memperkuat sistem pengelolaan lingkungan yang lebih terukur sekaligus mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.
Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan aplikasi Carbon Footprint yang dapat membantu melakukan pemantauan dan pengukuran jejak emisi karbon.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung langkah pengurangan emisi sekaligus menjadi instrumen untuk melihat dampak dari berbagai kebijakan yang berkaitan dengan mobilitas dan aktivitas pemerintahan.
Upaya pengurangan emisi juga telah didorong Pemkab Sumedang melalui kebijakan yang mengimbau ASN menggunakan kendaraan non-emisi maupun angkutan umum setiap Rabu dan Jumat.
Di sisi lain, kerja sama Pemkab Sumedang dan PLN Icon Plus dalam bidang konektivitas sebenarnya bukan hal baru.
Komisaris PT PLN Icon Plus Muhammad Arwani Thomafi mengatakan kolaborasi konektivitas dengan Pemkab Sumedang telah berlangsung sejak 2018 dan memberikan dukungan terhadap pelayanan publik serta keterbukaan informasi.
“Alhamdulillah hasil kerja sama tersebut memberikan layanan kepada masyarakat dan keterbukaan informasi dan segala hal yang berawal dari bagaimana memaksimalkan konektivitas,” ujar Arwani.
Dari kerja sama tersebut, jaringan konektivitas PLN Icon Plus telah mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE hingga tingkat desa.
Bupati Dony menyebut dukungan tersebut turut memungkinkan pemerintah desa menggunakan E-Office Desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Selama kami menjalankan SPBE, Icon Plus selalu hadir mendukung kami dalam memasok jaringan hingga tingkat desa sehingga pemerintah desa di Kabupaten Sumedang bisa menggunakan E-Office Desa dalam memberikan pelayanan publik,” kata Dony.
Kini, kolaborasi tersebut hendak diperluas dengan memasukkan dimensi lingkungan ke dalam transformasi digital yang telah berjalan.
Arwani mengatakan PLN Icon Plus ingin meningkatkan keberlanjutan kerja sama dengan Pemkab Sumedang melalui program yang menggabungkan aspek digital dan green ecosystem.
“Tentu butuh tindak lanjut terkait program ini untuk layanan yang lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat,” katanya.
Jika dikembangkan secara konsisten, integrasi digitalisasi dan Green Ecosystem dapat menjadi salah satu fondasi penguatan Smart City Sumedang.
Teknologi dalam konteks tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pelayanan, tetapi juga sebagai alat untuk mengukur, memantau dan membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih berbasis data terkait lingkungan.
Bagi Sumedang, perluasan kerja sama ini sekaligus membuka ruang bagi pendekatan pembangunan yang menggabungkan konektivitas, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan dan pengurangan emisi dalam satu ekosistem.***










