Ranking 3 se-Jabar! Indikator Makro Sumedang Melonjak, Ini Data Lengkapnya

Bupati Sumedang memaparkan capaian indikator makro dalam Musrenbang RKPD 2027 di Aula Tampomas.

Ringkasan:

  • Indikator makro Sumedang 2025 menunjukkan tren positif signifikan
  • IPM capai 75,50 dan masuk peringkat 3 di Jawa Barat
  • Kemiskinan dan pengangguran turun, ekonomi tumbuh 5,48 persen

JatiNetwork.Com – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 sebagai forum strategis menentukan arah pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Tampomas Setda Sumedang dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir hadir didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila bersama Forkopimda, perangkat daerah, hingga perwakilan masyarakat.

Musrenbang ini difokuskan pada peningkatan kualitas pertumbuhan pembangunan daerah yang lebih inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony memaparkan capaian indikator makro Sumedang yang menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Sumedang menempati peringkat ketiga di Jawa Barat.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumedang tahun 2025 tercatat sebesar 75,50 poin.

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,93 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

“IPM ini mencerminkan kemajuan dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan daya beli masyarakat,” ujar Dony.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 8,81 persen.

Penurunan tersebut sebesar 0,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati menegaskan bahwa pengurangan kemiskinan harus dilakukan secara multidimensi.

“Kami akan fokus pada konvergensi program seperti bansos, pendampingan, dan akses kerja,” katanya.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga berhasil ditekan menjadi 6,08 persen.

Angka tersebut dinilai cukup baik karena berada di bawah rata-rata nasional dan provinsi.

“Arah ke depan adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja dan pemberdayaan usia muda,” jelasnya.

Dari sisi pemerataan ekonomi, rasio gini tercatat sebesar 0,377 yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,48 persen dengan kinerja yang cukup stabil.

Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat menjadi Rp42,65 juta.

Kenaikan tersebut mencapai Rp2,95 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati menekankan pentingnya penguatan fondasi struktural ekonomi daerah.

Ia menyebut sektor unggulan, hilirisasi, dan mitigasi risiko iklim pertanian sebagai fokus utama.

Selain itu, pemerataan kesempatan ekonomi bagi masyarakat lapisan bawah juga menjadi prioritas.

“Kebijakan harus menyentuh kelompok bottom 40 agar pertumbuhan lebih inklusif,” tegasnya.

Musrenbang ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk menjaga tren positif pembangunan di Sumedang.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING