Ringkasan Berita
- Kabupaten Sumedang terpilih sebagai satu-satunya daerah di Jawa Barat yang menerima bantuan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP).
- Program ini difokuskan untuk pengembangan komoditas Mangga Gedong Gincu dan Cabai di lahan kering.
- Bupati Dony Ahmad Munir menargetkan peningkatan kualitas produksi agar Mangga Sumedang bisa menembus pasar ekspor, terutama ke Jepang.
JatiNetwork.Com – Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Sumedang resmi terpilih sebagai satu-satunya daerah di Jawa Barat yang mendapatkan bantuan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP).
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat membuka audiensi koordinasi pengembangan hortikultura di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) baru-baru ini. Program HDDAP ini merupakan bantuan strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah lahan kering, khususnya untuk komoditas mangga dan cabai.
Dorong Ekonomi Petani Lahan Kering
Bupati Dony menjelaskan bahwa sektor hortikultura memiliki peran krusial dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan para petani lokal. Dengan adanya program ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga penyuluh lapangan dan petani semakin kuat.
“Program HDDAP ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi hortikultura di Sumedang. Jika berhasil, saya yakin kepercayaan dari pemberi bantuan akan semakin meningkat kepada kita,” ujar Bupati Dony di hadapan para peserta audiensi.
Target Ekspor Mangga ke Jepang
Salah satu fokus utama dari program ini adalah pengembangan Mangga Gedong Gincu khas Sumedang. Bupati melihat adanya peluang besar untuk membawa produk unggulan ini ke pasar internasional.
“Mangga Gedong Sumedang memiliki potensi besar untuk pasar ekspor, termasuk ke Jepang yang peluangnya semakin terbuka. Kami berharap kualitas dan kuantitas produksi terus meningkat sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui program HDDAP ini, Kabupaten Sumedang diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin produksi hortikultura di Jawa Barat, tetapi juga mampu membuktikan bahwa lahan kering bisa menjadi sumber ekonomi yang sangat produktif jika dikelola dengan teknologi dan dukungan yang tepat.***











