Lowongan Penulis
Bagi Anda yang Hoby Menulis, ingin jadi wartawan? Bergabung bersama Kami. Kirim CV Anda ke jatinetworkindonesia@gmail.com

Empat Kawasan Jadi Titik Pantau, DLHK Sumedang Cek Kualitas Udara

Petugas DLHK Sumedang memasang perangkat passive sampler untuk memantau kualitas udara di salah satu kawasan strategis.

Ringkasan:

  • DLHK Sumedang melakukan pemantauan kualitas udara di empat kawasan dengan karakter aktivitas berbeda.
  • Pemantauan menggunakan metode passive sampler untuk mengukur parameter SO₂ dan NO₂.
  • Sampel udara dipasang selama 14 hari sebelum dianalisis di laboratorium kualitas udara.

JatiNetwork.Com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang memperkuat pemantauan kualitas udara dengan mengambil sampel di empat kawasan strategis yang mewakili aktivitas berbeda.

Pemantauan tersebut dilakukan Tim Pemantauan Kualitas Udara Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLHK Sumedang sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi udara tetap terjaga.

Empat lokasi yang menjadi titik pemantauan meliputi kawasan perkantoran, permukiman, industri dan transportasi.

Kepala DLHK Sumedang Maman Wasman mengatakan pemantauan kualitas udara menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat.

“Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas udara tetap terjaga, sehingga lingkungan yang sehat dan aman dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ujar Maman, Minggu (6/9/2026).

Dalam pemantauan tersebut, petugas menggunakan metode pengambilan sampel udara ambien dengan teknik passive sampler.

Metode ini memanfaatkan proses difusi molekul gas secara alami sehingga pengambilan sampel dapat dilakukan tanpa menggunakan pompa maupun sumber tenaga listrik.

Maman menjelaskan membran penyerap dipasang selama 14 hari di empat lokasi yang dianggap mewakili karakter kawasan di Kabupaten Sumedang.

Titik pertama berada di kawasan perkantoran Gedung Negara, sedangkan titik kedua berada di kawasan permukiman Jalan Kosera 1.

Pemantauan berikutnya dilakukan di kawasan industri Tomo Food serta kawasan transportasi Jembatan Timbang UPPKB Tomo.

Keempat lokasi tersebut dipilih untuk mendapatkan gambaran kualitas udara pada lingkungan dengan aktivitas yang berbeda.

Pada metode passive sampler tersebut, DLHK melakukan pengukuran terhadap dua parameter utama, yakni Sulfur Dioksida (SO₂) dan Nitrogen Dioksida (NO₂).

Kedua parameter tersebut menjadi bagian dari pemantauan kualitas udara ambien untuk melihat kondisi udara pada kawasan yang memiliki aktivitas manusia dan sumber emisi berbeda.

Setelah membran penyerap selesai digunakan selama periode pengambilan sampel, peralatan tersebut selanjutnya dibawa untuk dianalisis di laboratorium kualitas udara.

Hasil analisis laboratorium nantinya menjadi bagian dari data pemantauan kualitas udara yang dilakukan DLHK Sumedang.

Pemantauan yang mencakup kawasan transportasi, industri, perkantoran dan permukiman tersebut memberikan gambaran kondisi udara dari berbagai lingkungan aktivitas di Sumedang.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperoleh data kualitas udara secara terukur sebagai dasar pemantauan kondisi lingkungan.

Dengan pemantauan secara berkala, kondisi kualitas udara di sejumlah kawasan strategis dapat terus diketahui dan menjadi bahan evaluasi dalam pengendalian pencemaran lingkungan di Kabupaten Sumedang.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING