Lowongan Penulis
Bagi Anda yang Hoby Menulis, ingin jadi wartawan? Bergabung bersama Kami. Kirim CV Anda ke jatinetworkindonesia@gmail.com

Tim UPI Kampus Sumedang Dorong Guru SD di Pangandaran Kuasai AI untuk Pembelajaran

Guru sekolah dasar mengikuti seminar digitalisasi pembelajaran AI–EdTech yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPI Kampus Sumedang di SDN 4 Wonoharjo, Pangandaran

Ringkasan:

  • Tim UPI Kampus Sumedang membekali 50 guru dan pengawas SD di Wonoharjo dengan keterampilan digitalisasi pembelajaran.
  • Peserta mempraktikkan penggunaan AI dan EdTech untuk membuat lagu pembelajaran serta bahan ajar visual.
  • Pelatihan menghasilkan 40 lagu pembelajaran dan 20 bahan ajar Canva, disertai peningkatan hasil evaluasi peserta.

JatiNetwork.Com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPI Kampus Sumedang mendorong peningkatan literasi digital pedagogis guru sekolah dasar melalui seminar AI dan EdTech di SDN 4 Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada 21 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 20–23 Juli 2026.

Program bertajuk “Digitalisasi Pembelajaran untuk Guru Gugus Pandu Desa Wonoharjo: Ice Breaking Kreatif dan Platform AI–EdTech” tersebut dipimpin Dr. Diah Gusrayani, M.Pd., bersama anggota Drs. Dadan Djuanda, M.Pd., dan Regina Lichteria Pandjaitan, M.PFis.

Seminar diikuti 50 peserta yang berasal dari SDN Wonoharjo 1 hingga SDN Wonoharjo 5, dengan masing-masing sekolah mengirimkan 10 perwakilan.

Peserta terdiri atas guru dan unsur pengawas yang diharapkan dapat membantu memperkuat sekaligus mereplikasi praktik baik digitalisasi pembelajaran di lingkungan Gugus Pandu Desa Wonoharjo.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran dan dihadiri Kepala Bidang Sekolah Dasar beserta jajaran.

Dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Kepala SDN 4 Wonoharjo Erni Meileni, S.Pd.SD. juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan sekaligus memfasilitasi sekolahnya sebagai lokasi seminar.

Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform digital seperti Edpuzzle, Anki Flashcard, Suno AI, ChatGPT dan Canva.

Tim UPI tidak hanya mengenalkan fungsi berbagai platform tersebut, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman untuk memilih teknologi berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa dan kebutuhan mata pelajaran.

Salah satu sesi utama mengajak peserta menggunakan Suno AI untuk mengubah konsep pembelajaran menjadi lagu yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Peserta belajar menentukan gagasan utama, menyusun lirik dan prompt, memilih gaya musik, serta mengevaluasi kesesuaian isi dan bahasa sebelum digunakan dalam pembelajaran.

Peserta juga memanfaatkan Canva untuk mengolah teks, gambar, warna dan susunan informasi menjadi bahan ajar visual yang lebih menarik dan mudah dipahami siswa.

Dari kegiatan praktik tersebut, peserta berhasil menghasilkan 40 lagu pembelajaran dan 20 presentasi atau bahan ajar berbasis Canva sesuai mata pelajaran dan kebutuhan kelas masing-masing.

Seluruh tugas berhasil diselesaikan dan dikumpulkan sehingga menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mengenal teknologi digital, tetapi juga mampu menghasilkan media pembelajaran secara langsung.

Hasil evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Rentang nilai yang pada pretest berada di angka 75–80 meningkat menjadi 85–100 pada posttest, dengan nilai minimum naik 10 poin atau 13,33 persen dan nilai maksimum meningkat 20 poin atau 25 persen.

Antusiasme peserta juga terlihat melalui keterlibatan dalam diskusi, praktik dan respons positif terhadap materi yang dinilai relevan dengan kebutuhan guru.

Tim UPI Kampus Sumedang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar, tetapi berlanjut melalui pemanfaatan produk yang telah dibuat dalam proses pembelajaran di sekolah.

Produk pembelajaran yang dihasilkan juga diarahkan untuk dikurasi menjadi bank media pembelajaran gugus dan dibagikan sebagai praktik baik antarsekolah.

Pendampingan lanjutan dinilai penting untuk memperkuat kualitas produk, termasuk aspek evaluasi, etika dan keamanan penggunaan AI serta integrasinya ke dalam modul ajar.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, sekolah dan Dinas Pendidikan, program tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem belajar guru yang adaptif, kreatif dan bertanggung jawab terhadap perkembangan teknologi.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING