Lowongan Penulis
Bagi Anda yang Hoby Menulis, ingin jadi wartawan? Bergabung bersama Kami. Kirim CV Anda ke jatinetworkindonesia@gmail.com

Dunia Ditinggalkan, Rezeki Datang: Wasilah Doa Mimih yang Mengubah Takdir Si Ujang

Ilustrasi: Rauf Nuryama saat memimpin pengembangan media digital setelah melalui perjalanan panjang merawat sang ibu, sebagai simbol bahwa bakti kepada orang tua dapat menjadi jalan datangnya keberkahan dan rezeki yang tak terduga

Oleh: Rauf Nuryama

Ringkasan :

  • Setelah memilih meninggalkan berbagai jabatan demi merawat sang ibu, penulis menyaksikan perubahan besar dalam perjalanan hidupnya.
  • Doa-doa sederhana yang diucapkan sang ibu semasa sakit diyakini menjadi wasilah datangnya berbagai pintu rezeki dan kesempatan baru.
  • Pengalaman ini menjadi pelajaran bahwa bakti kepada orang tua bukan kehilangan masa depan, melainkan jalan menuju keberkahan yang tak terduga.

JatiNetwork.Com – Ketika memutuskan meninggalkan seluruh jabatan dan karier pada April 2026 demi merawat sang ibu, Rauf Nuryama menyadari bahwa keputusan tersebut tidak mudah dipahami banyak orang. Di mata sebagian orang, langkah itu dianggap sebagai kemunduran karier sekaligus pengorbanan besar terhadap masa depan ekonomi.

Saat itu, berbagai posisi strategis yang telah dibangun selama bertahun-tahun dilepas satu per satu. Mulai dari Direktur Utama PT Mitra Ritel Distribusi, Direktur Radio eRKS FM, hingga berbagai amanah di organisasi seperti KADIN Sumedang, Dewan Kebudayaan Sumedang, Forum KIM, dan sejumlah organisasi lainnya.

Namun, perjalanan hidup kemudian memperlihatkan bahwa ukuran rezeki tidak selalu mengikuti logika manusia. Selepas kepergian Mimih, satu demi satu pintu kemudahan justru terbuka tanpa pernah direncanakan sebelumnya.

Semasa menjalani perawatan, Mimih kerap mengusap kepala anak bungsunya sambil berpesan dengan kalimat sederhana.

“Ujang… sing sabar ya, kasep. Engke mah Ujang moal capek-capek teuing siga kieu. Ujang bakal senang.”

Saat itu, kalimat tersebut hanya dipahami sebagai bentuk penghiburan seorang ibu kepada anaknya yang setiap hari berjaga tanpa mengenal waktu. Namun setelah Mimih berpulang, pesan itu terasa seperti doa yang perlahan menemukan jawabannya.

Beberapa tahun sebelumnya, bagian warisan dari almarhum Abah telah dimanfaatkan sebagai modal membangun media daring lokal JatiNetwork.com. Media tersebut dirintis dari nol dengan harapan menjadi ruang informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Sumedang.

Seiring berjalannya waktu, media tersebut berkembang dan mampu berdiri secara mandiri. Tanpa diduga, di tengah masa berkabung, datang pula tawaran untuk mengakuisisi media nasional yang bergerak di bidang pariwisata, BeritaWisata.com.

Proses pengambilalihan berlangsung relatif cepat. Kini, penulis kembali mengemban amanah sebagai Direktur Utama, tetapi dalam perusahaan yang dimiliki sendiri. Berbeda dengan masa sebelumnya, kali ini kebebasan menentukan arah perusahaan dan mengatur waktu berada sepenuhnya di tangan sendiri.

Kejutan berikutnya datang melalui proyek pengadaan serta instalasi smartboard untuk instansi pendidikan dan pemerintahan di 13 kabupaten/kota di Jawa Barat. Skala pekerjaan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia dalam jumlah besar.

Tanpa proses rekrutmen yang panjang, puluhan hingga lebih dari seratus teknisi dari berbagai daerah datang menawarkan bantuan. Mereka bergabung karena hubungan baik yang telah terjalin selama bertahun-tahun, sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa ketika seseorang rela mengutamakan bakti kepada orang tua, Allah SWT memiliki cara-Nya sendiri untuk mengganti apa yang ditinggalkan. Tidak selalu dalam bentuk yang sama, tetapi sering kali melalui jalan yang bahkan tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Kini, kalimat sederhana yang pernah diucapkan Mimih menjadi semakin mudah dipahami. Apa yang dahulu terdengar sebagai penghiburan ternyata berubah menjadi kenyataan hidup. Kesibukan yang melelahkan berganti dengan pekerjaan yang lebih terarah, lebih bermakna, sekaligus memberi manfaat bagi lebih banyak orang.

Bagi penulis, perjalanan ini bukan sekadar kisah tentang perubahan karier ataupun keberhasilan membangun usaha. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa berbakti kepada orang tua tidak pernah mengurangi rezeki seseorang. Justru di sanalah sering kali Allah SWT membuka pintu keberkahan yang sebelumnya tidak pernah terlihat oleh mata manusia. Dan saya yakin, itu bukan akhir, tapi awal yang lebih baik. Insyaa Allah, Aamiin.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING