Ringkasan:
- Pemkab Sumedang dukung inovasi pengelolaan sampah lewat maggot
- Sekolah akan jadi pusat pengolahan sampah organik terintegrasi
- Program ini dinilai mampu kurangi sampah sekaligus hasilkan nilai ekonomi
JatiNetwork.Com – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi.
Salah satu terobosan yang didorong adalah budidaya maggot yang diinisiasi oleh komunitas Bank Sampah Cadas Karya Disposal.
Program ini dinilai mampu menjadi solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik secara signifikan.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menerima langsung jajaran komunitas tersebut dalam pertemuan di Ruang Rapat Wakil Bupati.
Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi pengelolaan sampah organik berbasis sekolah di Kabupaten Sumedang.
Dalam skema yang dirancang, sampah organik dari sekolah akan dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
“Pengelolaan sampah melalui budidaya maggot ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” ujar Fajar.
Ia menilai, pendekatan ini menjadi solusi konkret yang bisa diterapkan secara luas di masyarakat.
Wabup juga meminta komunitas untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan.
Koordinasi ini penting agar implementasi program berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.
“Saya minta agar pengelolaan sampah dari sekolah bisa dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah.
Ia bahkan berharap program ini bisa menjadi percontohan atau pilot project di tingkat daerah.
Di sisi lain, perwakilan Bank Sampah Cadas Karya Disposal, Aan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan sistem pengelolaan berbasis maggot.
Saat ini, komunitas tersebut telah bekerja sama dengan sekitar 30 sekolah di Sumedang.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot yang bernilai ekonomis.
Ke depan, pihaknya berharap cakupan program dapat diperluas ke seluruh sekolah di Kabupaten Sumedang.
“Budidaya maggot ini bisa menjadi solusi efektif dalam pengelolaan sampah organik,” ungkap Aan.
Langkah ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis lingkungan bagi masyarakat.***











