Ringkasan Berita:
- Prosesi pelepasan Kirab Panji Sumedang Larang digelar meriah di Kecamatan Ganeas.
- Kirab menjadi bagian rangkaian Hari Jadi Sumedang ke-448 tahun 2026.
- Peserta berjalan kaki menuju Gedung Negara sebagai simbol napak tilas sejarah Kerajaan Sumedang Larang.
JatiNetwork.Com – Semangat pelestarian budaya dan sejarah kembali terasa dalam Prosesi Pelepasan Kirab Panji Sumedang Larang yang digelar di Kantor Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448 tahun 2026 yang sarat nilai historis dan budaya Sunda.
Prosesi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan masyarakat. Sejumlah unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh budaya, hingga masyarakat turut hadir menyaksikan pelepasan peserta kirab.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Plt Camat Ganeas Ani Septiani, Danramil 1001 Sumedang Utara Kapten CBA Toni Setiabintara, Danpos Peltu Asep Rohman bersama personel Koramil, Kapolsek Ganeas IPTU Wilas Sutisna, Tim Santana pembawa panji, para kepala desa, hingga tokoh seni dan budaya.
Rangkaian acara diawali pembukaan dan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera dari Forkopimcam kepada Tim Santana Panji Kirab Sumedang.
Setelah doa bersama dibacakan, peserta kirab secara resmi diberangkatkan untuk melakukan perjalanan napak tilas menuju Tegalkalong hingga Gedung Negara Kabupaten Sumedang.
Kirab dilakukan dengan berjalan kaki sebagai simbol penghormatan terhadap perjalanan sejarah Kerajaan Sumedang Larang yang menjadi bagian penting identitas budaya masyarakat Sumedang.
Suasana sepanjang perjalanan berlangsung penuh semangat dengan antusiasme masyarakat yang turut menyambut peserta kirab di sejumlah titik jalur yang dilalui.
Pengamanan dan pengawalan peserta kirab dilakukan oleh personel Polsek Ganeas guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Kirab Panji Sumedang Larang sendiri merupakan agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang bertujuan melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya daerah sekaligus mengenang perjalanan panjang Kerajaan Sumedang Larang.
Momentum Hari Jadi Sumedang ke-448 tahun ini pun menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah sebagai identitas masyarakat Sunda di tengah perkembangan zaman modern.***











