Pesan Menyentuh Bupati Sumedang untuk Calon Haji: Jaga Hati, Jaga Nama Baik Daerah!

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memberikan arahan kepada calon jemaah haji saat manasik di Sumedang.

Ringkasan:

  • 95 calon jemaah haji Sumedang ikuti manasik haji
  • Bupati tekankan pentingnya kesiapan spiritual, fisik, dan mental
  • Jemaah diminta menjaga kekompakan dan nama baik Sumedang

JatiNetwork.Com – Sebanyak 95 calon jemaah haji asal Kabupaten Sumedang mengikuti Bimbingan Manasik Haji yang dibuka langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumedang pada Kamis, 2 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dony menyampaikan pesan mendalam kepada para calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan sebagai bekal spiritual dalam menjalankan ibadah haji.

“Selamat kepada para calon jemaah haji, semoga diberikan kesehatan dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Dony.

Ia juga menitipkan doa agar para jemaah turut mendoakan Kabupaten Sumedang selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, kesempatan berhaji merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri oleh setiap umat Muslim.

Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

“Tanamkan rasa syukur dan persiapkan diri secara lahir dan batin,” pesannya.

Bupati Dony juga mengingatkan pentingnya menjaga pikiran tetap positif selama menjalankan ibadah.

Ia menilai, kondisi mental yang baik akan sangat memengaruhi kualitas ibadah yang dijalani.

“Hilangkan pikiran negatif, karena itu akan memengaruhi hasil yang kita capai,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan antar jemaah.

Para jemaah diminta untuk saling membantu dan menjaga satu sama lain selama perjalanan ibadah.

“Jaga nama baik Sumedang dan tunjukkan karakter yang membedakan dengan daerah lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Agus menjelaskan bahwa manasik bertujuan meningkatkan kemandirian dan ketaatan jemaah.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman syariat, kebijakan pemerintah, serta alur perjalanan ibadah haji.

Para peserta juga dibekali pengetahuan terkait kesiapan fisik dan kesehatan selama menjalankan ibadah.

Agus menyebutkan, total peserta berjumlah 95 orang yang terdiri dari 93 jemaah reguler dan 2 petugas.

Dari jumlah tersebut, 45 orang laki-laki dan 49 perempuan mengikuti kegiatan manasik.

Jemaah termuda tercatat berusia 17 tahun, sementara yang tertua mencapai usia 87 tahun.

Kegiatan manasik dilaksanakan selama satu hari sebagai bagian dari persiapan sebelum keberangkatan.

Para jemaah nantinya akan bergabung dengan kelompok dari daerah lain seperti Bandung Barat, Tasikmalaya, dan Majalengka.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING