JatiNetwork.Com – Bukti bahwa kualitas pengelolaan keuangan tidak ditentukan oleh letak geografis ditunjukkan secara nyata oleh MTsN 8 Sumedang. Meski berlokasi di wilayah pedesaan, tepatnya di Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado, madrasah ini berhasil membuktikan taringnya dengan memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Stakeholder’s Day KPPN Sumedang, Rabu (28/1/2026).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir, kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) MTsN 8 Sumedang, Amalia Lilia Rozali. Acara yang mengusung tema “Mengawal APBN 2026” ini menjadi panggung apresiasi bagi satuan kerja (satker) dengan kinerja finansial terbaik.
Prestasi yang Diraih
Tidak tanggung-tanggung, MTsN 8 Sumedang menyabet posisi papan atas dalam tiga kategori krusial:
- Peringkat 2: Pengelolaan Data Kualitas Laporan Keuangan dan Penyelesaian Rekonsiliasi Eksternal Tercepat Tahun 2025.
- Peringkat 2: Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Semester II Tahun 2025.
- Peringkat 4: Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2025.
Bukan Sekadar Administrasi, Tapi “Ruh” Pelayanan
Dalam sambutannya, Bupati Doni Ahmad Munir menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak boleh dianggap sebagai beban administratif semata.
“Pengelolaan keuangan jangan hanya sebagai kegiatan administratif penuntasan pekerjaan, tetapi harus menjadi ruh bagi tiap ASN,” tegas Bupati Doni.
Beliau juga berpesan agar seluruh ASN fokus memudahkan urusan masyarakat. Menurutnya, jika ASN memudahkan urusan orang lain, maka niscaya Allah akan memudahkan urusan mereka.
Menginspirasi Satker Lain
Keberhasilan MTsN 8 Sumedang ini menjadi pesan kuat bagi instansi lain. Sebagai “satker kecil” di pelosok, mereka membuktikan bahwa disiplin, kecepatan, dan akurasi dalam menjaga amanah APBN bisa dilakukan secara maksimal. Prestasi ini menunjukkan bahwa MTsN 8 Sumedang tidak hanya fokus pada pendidikan, tapi juga menjadi teladan dalam tata kelola birokrasi yang bersih dan efisien.***






