Sumedang Siapkan Karpet Merah untuk Investor, KADIN Jabar Bidik Kawasan Industri dan Smart City

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berdiskusi dengan Ketua KADIN Jawa Barat Almer Faiq Rusyidi terkait peluang investasi kawasan industri, sektor air bersih, dan pengembangan smart city di Kabupaten Sumedang. (Istimewa)

Ringkasan Berita

  • Pemkab Sumedang dan KADIN Jawa Barat membahas peluang investasi di kawasan industri, sektor air, dan teknologi informasi.
  • Sumedang menawarkan kemudahan perizinan melalui layanan one stop service di Mal Pelayanan Publik.
  • Kawasan industri BUTOM seluas sekitar 4.900 hektare menjadi salah satu andalan untuk menarik investor.

JatiNetwork.Com – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat langkah untuk menarik investasi dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Barat. Berbagai peluang investasi mulai dari pengembangan kawasan industri, sektor air bersih hingga teknologi informasi menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Ketua KADIN Jawa Barat Almer Faiq Rusyidi di Ruang Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Dony menegaskan bahwa Sumedang telah menyiapkan berbagai kawasan strategis yang siap dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami banyak berdiskusi dengan KADIN, terutama terkait pengembangan kawasan industri agar kawasan yang telah kami siapkan dapat diisi oleh berbagai industri,” kata Dony.

Menurutnya, Pemkab Sumedang berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif bagi para pelaku usaha. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan layanan perizinan terpadu melalui sistem one stop service di Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Kami memberikan karpet merah bagi para investor dengan mempermudah proses perizinan. Saat ini kami telah menerapkan one stop service di Mal Pelayanan Publik sehingga proses perizinan bisa berjalan cepat dan tidak ada lagi illegal cost bagi investasi yang masuk,” ujarnya.

Dony optimistis hasil diskusi dengan KADIN Jawa Barat akan semakin meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Sumedang sebagai daerah tujuan investasi yang menjanjikan.

Ia juga memaparkan sejumlah kawasan strategis yang telah dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, di antaranya Kawasan Industri Buahdua, Ujungjaya dan Tomo (BUTOM) dengan luas sekitar 4.900 hektare, Kawasan Industri Dwipapuri, serta sejumlah kawasan wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Khusus untuk kawasan industri BUTOM, Dony berharap adanya dukungan dari berbagai pihak dalam mendorong penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) kawasan guna meningkatkan daya saing investasi dan menarik lebih banyak investor.

Selain sektor industri, Sumedang juga menawarkan peluang investasi di bidang pengelolaan air bersih. Kabupaten Sumedang dinilai memiliki sumber daya air yang melimpah, baik dari bendungan maupun aliran Sungai Cimanuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional, khususnya di wilayah Ujungjaya.

Tak hanya itu, Pemkab Sumedang juga mendorong transformasi digital melalui pengembangan konsep Predictive Government, yakni pemanfaatan data dan teknologi untuk menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Barat Almer Faiq Rusyidi menyatakan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal masuknya investasi ke Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang.

“KADIN sebagai mitra strategis pemerintah siap mengawal investasi di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang,” katanya.

Almer juga menawarkan peluang kerja sama di sektor investasi air melalui sinergi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum), serta pengembangan solusi berbasis data dan teknologi informasi untuk mendukung implementasi konsep Smart City di Kabupaten Sumedang.

Dengan dukungan KADIN Jawa Barat dan berbagai potensi yang dimiliki, Sumedang berharap mampu menjadi salah satu tujuan investasi unggulan di Jawa Barat dalam beberapa tahun ke depan.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING