Waspada ‘Quishing’: Modus Penipuan QR Code yang Mengincar Dompet Digital Anda

Ilustrasi keamanan siber JatiNetwork: Peringatan bahaya (alert) saat memindai QR Code palsu dengan smartphone untuk mencegah penipuan digital.
Hati-hati saat scan QR Code! Pelajari apa itu Quishing, cara kerja penipuan kode QR di tempat umum, dan tips ampuh melindungi saldo dompet digital Anda.

JatiNetwork.Com – Memasuki tahun 2026, penggunaan QR Code telah menjadi urat nadi transaksi digital di Indonesia. Dari membayar parkir di mall hingga memesan makanan di warung kopi, semuanya cukup dengan satu kali pindai. Namun, di balik kenyamanan ini, muncul ancaman baru yang kian marak: Quishing.

Apa Itu Quishing?

Quishing adalah singkatan dari QR Phishing. Ini adalah teknik penipuan di mana pelaku kejahatan mengganti atau memodifikasi QR Code asli dengan kode palsu. Tujuannya sederhana namun mematikan: mengarahkan korban ke situs web berbahaya yang dirancang untuk mencuri data pribadi, informasi perbankan, atau menyuntikkan malware ke dalam perangkat Anda.

Mengapa Quishing Sangat Berbahaya?

Berbeda dengan link palsu dalam email yang alamatnya (URL) bisa kita baca secara kasat mata, QR Code bersifat visual dan tidak bisa diterjemahkan oleh mata manusia. Kita tidak akan tahu ke mana kode tersebut akan membawa kita sebelum proses pemindaian selesai. Inilah yang membuat Quishing menjadi “senjata senyap” para peretas.

Modus Operandi yang Sering Ditemukan di 2026:

  1. Stiker Tempelan di Ruang Publik: Pelaku menempelkan stiker QR Code palsu di atas QR Code resmi milik merchant pembayaran atau poster informasi publik.
  2. Tawaran Hadiah Palsu: Anda mungkin menemukan selebaran atau pesan digital dengan QR Code yang menjanjikan hadiah instan, namun justru meminta akses ke akun dompet digital Anda.
  3. Tagihan Mendesak: Mengirimkan dokumen atau fisik tagihan yang meminta Anda memindai QR Code untuk “verifikasi ulang” akun, yang sebenarnya adalah jebakan pencurian identitas.

Langkah Praktis Melindungi Diri

Agar tetap aman saat bertransaksi, Jati Network menyarankan Anda untuk selalu menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Lakukan Pemeriksaan Fisik: Sebelum memindai, raba dan lihat apakah QR Code tersebut berupa stiker tempelan yang menutupi kode asli. Jika terlihat mencurigakan, jangan dipindai.
  • Perhatikan Pratinjau URL: Smartphone modern biasanya menampilkan preview link sebelum situs terbuka sepenuhnya. Jika alamat situsnya terlihat asing atau terdiri dari deretan karakter acak, segera batalkan.
  • Gunakan Pemindai Resmi: Selalu gunakan fitur pindai (scan) langsung dari aplikasi perbankan atau dompet digital resmi Anda (seperti QRIS resmi), bukan aplikasi pemindai QR pihak ketiga yang tidak jelas sumbernya.
  • Jangan Pernah Berikan PIN/Password: Ingat, QR Code untuk pembayaran atau informasi tidak akan pernah meminta Anda memasukkan kode PIN, kata sandi, atau kode OTP setelah dipindai.

Kesimpulan

Teknologi seharusnya memudahkan, bukan mencemaskan. Dengan tetap waspada dan tidak terburu-buru saat memindai kode di tempat umum, Anda sudah selangkah lebih maju dalam menjaga keamanan aset digital Anda. Selalu ingat prinsip utama: Think Before You Scan.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING