Lowongan Penulis
Bagi Anda yang Hoby Menulis, ingin jadi wartawan? Bergabung bersama Kami. Kirim CV Anda ke jatinetworkindonesia@gmail.com

Cafe Arjumand Resmi Dibuka, Bupati Dony Soroti Potensi Kuliner dan Ekonomi Lokal Sumedang

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meresmikan Cafe Arjumand di Jalan Raya Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Minggu (16/8/2026). Cafe Arjumand mengusung konsep industrial dengan panorama persawahan dan pegunungan

JatiNetwork.Com – Cafe Arjumand resmi beroperasi di Jalan Raya Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Mengusung konsep industrial dengan panorama persawahan dan pegunungan, kafe ini ditawarkan sebagai alternatif baru untuk kuliner sekaligus tempat menikmati suasana alam.

Ringkasan :

  • Cafe Arjumand resmi dibuka Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada Minggu (16/8/2026).
  • Menggabungkan konsep industrial, kuliner, hamparan sawah, dan panorama pegunungan sebagai daya tarik utama.
  • Kehadirannya dinilai dapat membuka lapangan kerja, menyerap produk lokal, dan meningkatkan PAD melalui sektor kuliner.

Destinasi wisata kuliner di Kabupaten Sumedang terus berkembang dengan hadirnya berbagai tempat yang menawarkan konsep berbeda. Salah satunya Cafe Arjumand yang berada di Jalan Raya Cibeureum, Kecamatan Cimalaka.

Kafe tersebut resmi beroperasi setelah ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Minggu (16/8/2026).

Cafe Arjumand mengusung konsep bangunan bergaya industrial yang dipadukan dengan panorama alam berupa hamparan persawahan dan pemandangan pegunungan.

Bagi Bupati Dony, perpaduan tersebut menjadi salah satu keunggulan yang dapat membuat sebuah tempat kuliner memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.

“Banyak alternatif, banyak pilihan, dan setiap tempat ada pembedanya. Di Arjumand ini, begitu datang kita langsung disuguhi pemandangan alam sawah dan pegunungan yang memanjakan mata,” ujar Dony.

Menurutnya, semakin banyaknya pilihan tempat kuliner di Sumedang memberikan alternatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Kehadiran Cafe Arjumand juga dinilai tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk makan dan bersantai. Investasi di sektor kuliner dapat menciptakan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta penggunaan berbagai komoditas dan makanan khas yang berasal dari Sumedang.

“Termasuk makanan tradisional juga hadir di sini. Hal ini tentu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar dan menambah Pendapatan Asli Daerah karena setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi ada pajak 10 persen yang masuk ke kas daerah,” jelas Dony.

Ia berharap Cafe Arjumand mampu berkembang, memperluas pasar, sekaligus mempertahankan kualitas produk dan kenyamanan tempat yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Menurut Dony, kekuatan sebuah tempat kuliner tidak hanya ditentukan oleh menu, tetapi juga pengalaman yang ditawarkan kepada konsumen. Karena itu, strategi pemasaran menjadi bagian penting agar destinasi baru tersebut semakin dikenal masyarakat.

“Kalau sebuah tempat sudah enak makanannya dan nyaman tempatnya, di manapun berada pasti akan dikejar oleh konsumen. Tinggal bagaimana strategi pemasaran kita ke depan. Semoga berkah, semakin maju, dan konsisten menghadirkan berbagai keunggulan,” katanya.

Dengan perpaduan kuliner dan panorama alam, Cafe Arjumand diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan baru bagi masyarakat sekaligus menambah warna destinasi wisata kuliner di Kabupaten Sumedang.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING