Ringkasan:
- PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) membangun fasilitas produksi baru di Sumedang di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi.
- Pabrik ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dan mendorong kapasitas produksi MBR menjadi sekitar 60.000 ton per tahun.
- Investasi tersebut menggandeng Bel Group asal Prancis dan diharapkan memperkuat industri sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi Sumedang.
JatiNetwork.Com – Kabupaten Sumedang kembali mendapat investasi di sektor industri pangan. PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) tengah membangun fasilitas produksi keju baru yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2028.
Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi. Kehadirannya diproyeksikan meningkatkan total kapasitas produksi MBR hingga sekitar 60.000 ton per tahun.
Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja mengatakan, pembangunan pabrik baru merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapasitas industri keju di Indonesia.
Menurut Dede, pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ekspansi bisnis. Kerja sama ini juga mempertemukan kekuatan lokal Prochiz dengan pengalaman global Bel Group.
Pembangunan fasilitas di Sumedang dilakukan melalui kerja sama MBR dan induk usahanya, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, bersama Bel S.A., perusahaan keju asal Prancis.
Bel Group dikenal memiliki sejumlah merek keju global, di antaranya The Laughing Cow, Kiri, dan Babybel. Fasilitas baru di Sumedang nantinya akan mendukung berbagai lini produk MBR sekaligus pengembangan produk Bel di pasar Indonesia.
Dari sisi lingkungan, sekitar 30 persen area fasilitas baru tersebut direncanakan menjadi ruang terbuka hijau. Perusahaan juga menyiapkan panel surya dengan kapasitas hingga 250 kWp sebagai salah satu sumber energi terbarukan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut pembangunan fasilitas tersebut sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Dony, investasi merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang.
Potensi industri keju di Indonesia sendiri masih dinilai cukup besar. Konsumsi keju per kapita di kawasan Asia disebut masih berada di bawah 1 kilogram per orang, jauh dibandingkan Eropa yang mencapai lebih dari 20 kilogram per orang.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai lebih dari 280 juta jiwa, pasar domestik dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Bel Group dalam melihat Indonesia sebagai pasar strategis.
Direktur Utama Garudafood sekaligus Komisaris Utama MBR Hardianto Atmadja mengatakan, besarnya populasi Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang membuat pasar nasional memiliki prospek pertumbuhan.
Kerja sama tersebut semakin diperkuat dengan kunjungan CEO Bel Group Cécile Béliot ke fasilitas produksi baru MBR di Sumedang. Kunjungan itu berlangsung bertepatan dengan momentum 20 tahun perjalanan MBR.
Ekspansi pabrik juga dilakukan ketika kinerja keuangan MBR menunjukkan pertumbuhan. Pada semester I 2026, perusahaan mencatat penjualan sekitar Rp960 miliar dengan laba bersih Rp105,5 miliar.
Angka tersebut meningkat sekitar 15,4 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp91,5 miliar.
Dengan pembangunan fasilitas baru di Sumedang, MBR tidak hanya memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan pasar keju Indonesia.
Bagi Sumedang, investasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas industri, tetapi turut menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat di sekitarnya.***











