Ringkasan Berita:
- Kabupaten Sumedang masuk 5 besar nasional Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) versi BRIN.
- Sumedang juga menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat.
- Capaian ini didorong oleh inovasi pelayanan publik, transformasi digital, dan penguatan SDM.
JatiNetwork.Com – Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah berhasil masuk lima besar Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kategori kabupaten tingkat nasional.
Data tersebut dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menempatkan Sumedang di peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima secara nasional.
Dalam daftar nasional, posisi teratas ditempati oleh Kabupaten Badung, disusul Kabupaten Sleman, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sumedang.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah di Sumedang dinilai berjalan secara progresif, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan posisi daerah tersebut sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat daya saing tinggi di Indonesia.
Indeks Daya Saing Daerah sendiri merupakan instrumen pengukuran komprehensif yang menilai produktivitas dan kemajuan wilayah melalui berbagai indikator.
Beberapa pilar utama yang menjadi penilaian di antaranya kualitas sumber daya manusia, ekosistem pasar, inovasi, teknologi, kelembagaan, serta lingkungan pendukung pembangunan daerah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, hingga berbagai inovasi pelayanan publik yang terus dikembangkan.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari kerja bersama dan komitmen kuat seluruh pihak dalam membangun Sumedang secara berkelanjutan,” ujar Dony.
Menurutnya, peringkat pertama di Jawa Barat serta masuk lima besar nasional menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat inovasi pembangunan.
Dony menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong transformasi digital, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor agar pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami terus mendorong transformasi digital, penguatan SDM, serta kolaborasi lintas sektor agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan utama pemerintah daerah.
Menurutnya, fokus utama pembangunan tetap pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan ini bukan tujuan utama kami. Tujuan utama adalah kesejahteraan masyarakat. Jika ada apresiasi, itu menjadi bonus sekaligus motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya.
Keberhasilan Sumedang dalam IDSD didukung oleh berbagai program strategis seperti penguatan inovasi pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan ekonomi daerah.
Dengan capaian ini, Kabupaten Sumedang tidak hanya menjadi rujukan pembangunan di tingkat Jawa Barat, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu model transformasi daerah di tingkat nasional. ***











