Ringkasan :
- Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) menghadirkan permainan tradisional setiap hari Minggu sebagai alternatif rekreasi keluarga.
- Berbagai permainan seperti egrang, congklak, lompat tali, engkle, galasin, bakiak, dan lari balok dapat dinikmati masyarakat tanpa biaya.
- Program ini bertujuan mendorong aktivitas fisik, mempererat kebersamaan keluarga, serta melestarikan permainan tradisional.
JatiNetwork.Com – Warga Kabupaten Sumedang kini memiliki pilihan rekreasi keluarga gratis setiap hari Minggu melalui kegiatan kaulinan barudak di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Berbagai permainan tradisional dihadirkan untuk mengajak masyarakat bergerak, berolahraga, sekaligus menikmati waktu bersama keluarga.
Kegiatan ini menawarkan sejumlah permainan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari egrang, congklak, lompat tali, engkle, galasin, bakiak, hingga lari balok. Aktivitas tersebut dapat menjadi alternatif hiburan bagi anak-anak maupun keluarga yang ingin menikmati akhir pekan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turut mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut. Saat mengikuti permainan tradisional di PPS pada Minggu, 11 Oktober 2026, ia menegaskan bahwa kegiatan ini dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Menurut Dony, PPS tidak hanya berfungsi sebagai kawasan pusat pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi ruang publik untuk berkumpul, berolahraga, dan membangun kebersamaan. Kehadiran kegiatan rekreasi di kawasan tersebut diharapkan membuat ruang publik semakin hidup dan bermanfaat bagi warga.
Permainan tradisional memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Egrang, bakiak, dan lari balok, misalnya, dapat melatih keseimbangan serta koordinasi tubuh, sedangkan permainan kelompok membantu anak belajar bekerja sama dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Di tengah semakin banyaknya hiburan berbasis perangkat digital, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik secara langsung. Anak-anak dapat bergerak, berkomunikasi, dan belajar mengikuti aturan permainan melalui pengalaman bersama.
Kaulinan barudak juga menjadi sarana memperkenalkan kembali warisan permainan tradisional kepada generasi muda. Melalui kegiatan rutin di ruang publik, permainan yang dahulu akrab dimainkan di lingkungan rumah dan kampung dapat terus dikenal oleh anak-anak masa kini.
Bagi orang tua, kegiatan ini menawarkan pilihan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak. Orang tua dapat ikut bermain, mendampingi anak mencoba permainan baru, sekaligus membangun kebiasaan rekreasi yang lebih aktif.
Penyelenggaraan kegiatan setiap hari Minggu juga berpotensi memperkuat fungsi PPS sebagai ruang interaksi masyarakat. Kawasan pemerintahan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk urusan administratif, tetapi juga untuk kegiatan sosial, kebugaran, dan pelestarian budaya.
Meski demikian, kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap perlu diperhatikan, terutama ketika anak-anak mengikuti permainan yang membutuhkan keseimbangan atau aktivitas fisik. Pendampingan orang tua dan pengaturan kegiatan yang baik dapat membantu memastikan pengalaman bermain berlangsung aman.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap ruang publik semakin ramah bagi keluarga dan mendorong masyarakat menjalani pola hidup aktif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga permainan tradisional agar tetap hidup di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.
Warga yang ingin mengisi akhir pekan dengan aktivitas bersama keluarga dapat mengunjungi PPS setiap hari Minggu untuk menikmati kaulinan barudak tanpa dipungut biaya. Sebelum berangkat, masyarakat dapat memantau informasi terbaru dari kanal resmi Pemerintah Kabupaten Sumedang mengenai pelaksanaan kegiatan.***











