- Pasca meraih TPAKD Award 2025, Pemkab Sumedang menetapkan strategi baru yang berfokus pada inklusi keuangan, mulai dari pesantren hingga petani.
- Program unggulan tahun 2026 mencakup perluasan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA), asuransi bagi peternak dan petani, serta penguatan ekosistem desa wisata.
- Realisasi program tahun lalu tercatat melampaui target, seperti program Simpanan Pelajar (Simpel) yang mencapai hampir 8.000 nasabah baru.
JatiNetwork.Com – Prestasi membanggakan sebagai TPAKD Terbaik se-Wilayah Jawa–Bali tahun 2025 tidak membuat Pemkab Sumedang berpuas diri. Melalui Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kabupaten Sumedang resmi menetapkan program kerja strategis untuk tahun 2026.
Rapat yang digelar di Gedung Negara, Rabu (4/2/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Hadir pula petinggi dari OJK Tasikmalaya, Bank Indonesia Jabar, hingga Bursa Efek Indonesia.
Wabup Fajar menegaskan bahwa TPAKD bukan sekadar instrumen pemerintah, tapi harus jadi solusi riil buat isi dompet masyarakat. Fokus tahun ini adalah memperkuat inklusi keuangan lewat program Laku Pandai, perluasan tabungan santri di pondok pesantren, hingga optimalisasi KURDA (Kredit Usaha Rakyat Daerah).
“Tahun ini kita susun lebih komprehensif. Kita ingin pastikan pelaku usaha punya ketahanan ekonomi melalui asuransi usaha tani padi (AUTP) dan asuransi ternak. Jadi kalau ada risiko, usaha mereka tetap terjaga,” ujar Wabup Fajar.
Selain asuransi, sektor unggulan seperti Desa Wisata Rancakalong dan sentra beras Ujungjaya akan dibangun dalam satu ekosistem keuangan yang terintegrasi. Tujuannya jelas: mendukung program makan bergizi gratis dan memperluas akses pasar petani lokal.
Ada juga inovasi menarik bernama program BEREHAN (Kurban ASN), yang merupakan tindak lanjut dari arahan Pemprov Jabar untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus ekonomi umat.
Data dari Kabag Perekonomian Setda Sumedang, Mulyani Toyibah, menunjukkan performa TPAKD Sumedang sangat gacor di tahun 2025. Program Simpanan Pelajar misalnya, sukses menjaring 7.958 nasabah baru dari target awal yang hanya 4.330.
“Untuk 2026, kita targetkan 240 debitur KURDA baru agar UMKM kita tidak terjebak rentenir. Di sektor pertanian, kita siapkan asuransi untuk 230 hektare lahan padi dan 450 ekor ternak,” papar Mulyani.***











