Ringkasan Berita:
- Pemkab Sumedang menyalurkan insentif Rp9 miliar bagi sekitar 4.500 guru ngaji di berbagai kecamatan.
- Setiap guru ngaji menerima Rp2 juta per tahun yang ditransfer langsung ke rekening penerima.
- Selain itu, 606 marbot masjid juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
JatiNetwork.Com – Pemerintah Kabupaten Sumedang menyalurkan insentif bagi ribuan guru ngaji atau tenaga pendidik diniyah sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat.
Penyerahan insentif dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam rangkaian Peringatan 1447 Hijriah dan Silaturahmi Alim Ulama Tahun 2026 yang digelar di Aula Tampomas PPS, Selasa (10/3/2026).
Dalam program tersebut, Pemkab Sumedang mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk sekitar 4.500 guru ngaji diniyah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Para penerima insentif berasal dari lembaga pendidikan keagamaan nonformal seperti TPA, TPQ, dan DTA, yang selama ini aktif mengajarkan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak dan masyarakat.
Setiap guru ngaji menerima insentif sebesar Rp2 juta per tahun yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima. Skema ini diterapkan untuk mempermudah proses administrasi sekaligus memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
Bupati Dony mengatakan, pemberian insentif tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pendidik agama yang telah mendedikasikan waktunya untuk membina akhlak masyarakat.
“Walaupun nilainya tidak sebanding dengan besarnya pengabdian para guru ngaji, namun inilah bentuk perhatian dan rasa hormat kami kepada para pendidik yang telah mendedikasikan waktunya untuk membina akhlak masyarakat,” ujar Dony.
Menurutnya, peran guru ngaji tidak hanya sebatas mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai moral, etika, serta karakter kepada generasi muda sejak usia dini.
Peran tersebut dinilai sangat penting sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berakhlak baik di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Dony juga berharap nilai insentif bagi guru ngaji ke depan dapat terus meningkat sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan keagamaan di masyarakat.
Ia mengakui program tersebut tetap dijalankan meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, termasuk adanya pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat sekitar Rp4 miliar.
“Di tengah kondisi efisiensi anggaran dan adanya pengurangan transfer dari pemerintah pusat ke daerah sekitar Rp4 miliar, komitmen kami terhadap para guru ngaji tidak boleh berkurang,” katanya.
Selain program insentif guru ngaji, dalam kesempatan yang sama Pemkab Sumedang juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 606 marbot masjid di wilayah Kabupaten Sumedang.
Program ini bertujuan memberikan rasa aman bagi para marbot yang selama ini berperan menjaga kebersihan, kenyamanan, serta memakmurkan rumah ibadah.
Bupati Dony pun menyampaikan apresiasi kepada para marbot atas dedikasi mereka dalam merawat dan menghidupkan aktivitas masjid di tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para marbot masjid yang dengan penuh keikhlasan menjaga kebersihan rumah ibadah dan melayani jamaah,” pungkasnya. ***











