Ringkasan Berita
- Sebanyak 485 Praja Utama IPDN Angkatan XXXIII melaksanakan Bhakti Karya Praja (BKP) di wilayah Sumedang Utara, Sumedang Selatan, dan Cimalaka.
- Sekda Tuti Ruswati menekankan peran praja dalam membantu validasi data program Desa Cantik (Cinta Statistik) serta mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.
- Rektorat IPDN menginstruksikan praja untuk melakukan pendataan secara door to door demi menghasilkan basis data pembangunan yang akurat dan berkualitas.
JatiNetwork.Com – Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali diperkuat. Sebanyak 485 Praja Utama Angkatan XXXIII resmi memulai pengabdiannya dalam program Bhakti Karya Praja (BKP) tahun akademik 2025/2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Jumat (6/2/2026). Rencananya, para praja akan disebar di tiga kecamatan, yakni Sumedang Utara, Sumedang Selatan, dan Cimalaka hingga 6 Maret mendatang.
“Kehadiran para praja ini adalah kehormatan bagi kami. Ini bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat Sumedang,” ungkap Sekda Tuti.
Tuti menjelaskan, kehadiran praja di tengah masyarakat bukan sekadar untuk belajar birokrasi, tapi juga membantu program strategis daerah. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan program Desa Cantik (Cinta Statistik), penanganan sampah, hingga sosialisasi kepatuhan pajak daerah.
“Kami ingin adik-adik praja tidak cuma belajar tata kelola pemerintahan, tapi juga mengasah empati dan integritas. Menjadi aparatur negara itu intinya pengabdian kepada rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IPDN, Hyronimus Rowa, mewakili Rektor IPDN menekankan pentingnya akurasi data dalam BKP kali ini. Ia menginstruksikan para praja untuk terjun langsung dari rumah ke rumah warga.
“Pendataan harus dilakukan secara door to door. Jangan asal cepat, tapi harus teliti dan dicek kembali sebelum diinput ke sistem. Data yang berkualitas adalah kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegas Hyronimus..***











