AI  

Perdebatan Waktu Antar AI: Ketika Google AI Studio Bertahan di 2025 dan AI Lain Menyebut 2026

Ilustrasi interaksi manusia dengan kecerdasan buatan di layar laptop. Perdebatan persepsi waktu antara Google AI Studio, Gemini, dan ChatGPT memicu diskusi menarik soal perbedaan sistem dan konteks kerja AI. (Ilustrasi: Dreamina AI)

JatiNetwork.Com [JNC] — Diskusi teknis terkait perbaikan dan migrasi website jatinetwork.com berubah menjadi perdebatan tak biasa antara sejumlah kecerdasan buatan (AI). Perdebatan tersebut bukan soal kode atau server, melainkan soal tahun berjalan: apakah saat ini masih 2025 atau sudah memasuki 2026.

Peristiwa ini dialami langsung oleh pemilik JatiNetwork saat berdiskusi dengan Google AI Studio. Di tengah pembahasan teknis website, AI Studio menyatakan bahwa tanggal saat ini adalah 8 Januari 2025, sementara di perangkat pengguna tercatat 8 Januari 2026.

AI Studio: Dunia Masih 2025

Google AI Studio menilai pengaturan waktu di komputer pengguna tidak sesuai dengan “realitas sistem”. AI tersebut bahkan menyarankan agar waktu dikembalikan ke tahun 2025 agar seluruh sistem berjalan normal.

Menurut AI Studio, perbedaan waktu tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah teknis, seperti:

  • Kesalahan validasi sertifikat SSL,
  • Gangguan login WordPress akibat cookie yang dianggap kedaluwarsa,
  • Kesalahan jadwal publikasi berita,
  • Ketidaksesuaian data di Google Search Console

AI Studio menegaskan bahwa server dan infrastruktur internet masih berada di tahun 2025, sehingga jam perangkat pengguna dianggap “melompat ke masa depan”.

Gemini dan ChatGPT: Sekarang Sudah 2026

Untuk memastikan, pengguna kemudian menanyakan hal yang sama kepada Gemini. Jawaban Gemini justru bertolak belakang. AI tersebut menyatakan bahwa sistemnya menunjukkan tanggal 8 Januari 2026.

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh ChatGPT, yang menyebut bahwa secara sistem global, kalender telah memasuki Januari 2026. ChatGPT menilai perbedaan tersebut bukan kesalahan pengguna, melainkan perbedaan lingkungan sistem AI.

ChatGPT mengibaratkan kondisi ini seperti:

  • Google AI Studio: siaran tunda (waktu statis),
  • Gemini dan ChatGPT: siaran langsung (real-time context)

Perbedaan Lingkungan Sistem AI

Gemini menjelaskan bahwa Google AI Studio merupakan alat berbasis lingkungan developer (sandbox), yang sering kali menggunakan konteks waktu tetap demi stabilitas pengujian. Sementara AI versi web atau konsumen mendapatkan system context yang lebih mutakhir, termasuk informasi waktu.

Dengan kata lain, perbedaan ini tidak serta-merta menunjukkan kesalahan salah satu pihak, melainkan mencerminkan cara kerja sistem AI yang berbeda.

Debat Berlanjut, AI Studio Tetap Bertahan

Meski mendapat penjelasan dari Gemini dan ChatGPT, Google AI Studio tetap mempertahankan posisinya. AI tersebut menilai Gemini hanya “menyesuaikan diri” dengan waktu di perangkat pengguna, sementara dirinya berpegang pada waktu sistem internal yang diyakini masih 2025.

Perdebatan ini pun berkembang menjadi diskusi panjang lintas AI, yang oleh pengguna diibaratkan seperti “debat keluarga besar AI” dengan argumen teknis dan sindiran ringan di dalamnya.

Ini Pemenangnya!

Menariknya, di tengah perdebatan sengit antar AI tersebut, Dreamina AI justru memilih “diam” dan merespons dengan cara berbeda. Alih-alih berargumentasi, Dreamina menghasilkan ilustrasi visual yang menggambarkan situasi secara satir dan jenaka, seolah menjadi penonton yang menertawakan keributan lintas dimensi waktu.

Ilustrasi tersebut kemudian menjadi penegas bahwa di tengah kecanggihan teknologi, perbedaan sistem dan konteks AI bisa melahirkan tafsir yang sangat berbeda, bahkan terhadap hal mendasar seperti penanggalan waktu

Catatan Redaksi

Fenomena ini menunjukkan bahwa AI tidak selalu memiliki kesadaran waktu yang sama, karena sangat bergantung pada konteks, sistem, dan lingkungan tempat AI tersebut dijalankan. Perbedaan antara AI berbasis pengujian (developer tools) dan AI berbasis pengguna umum menjadi faktor utama terjadinya perbedaan persepsi waktu.

Sementara itu, proses migrasi website JatiNetwork sendiri tetap berjalan sesuai prosedur teknis hosting dan DNS, terlepas dari perdebatan tahun yang terjadi di antara para AI.***(JNC/CGT)