Menyambut Ramadhan 2026: Mengenang Tradisi Kuramas dan Nyekar di Sumedang yang Masih Lestari

Masyarakat Sumedang melakukan tradisi Kuramas di sungai menjelang bulan Ramadhan 2026
Suasana kebersamaan warga Sumedang saat menjalankan tradisi Kuramas, ritual penyucian diri jelang Ramadhan (Ilustrasi by Nano Banana)

JatiNetwork.com – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi sudah di ambang mata. Gema takbir dan lantunan sholawat mulai terdengar, menandakan kemuliaan bulan penuh berkah ini akan segera tiba.

Di tengah hiruk pikuk persiapan modern, masyarakat Sumedang dengan teguh menjaga warisan leluhur mereka, dua tradisi unik yang tak lekang oleh waktu: Kuramas dan Nyekar.

  1. Kuramas: Menyucikan Diri, Menyambut Kesucian Jauh sebelum adzan Maghrib pertama Ramadhan berkumandang, warga Sumedang, khususnya di beberapa daerah pedesaan, punya ritual mandi bersama yang dikenal dengan nama Kuramas. Bukan sekadar mandi biasa, Kuramas adalah simbol penyucian diri secara lahir dan batin, membersihkan segala kotoran dan dosa, sebagai persiapan memasuki bulan penuh ampunan. Tradisi ini biasanya dilakukan di sumber mata air, sungai, atau pemandian umum yang dianggap keramat, beberapa hari menjelang puasa. Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul, saling bersenda gurau, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna.
  2. Nyekar: Merajut Doa, Mengenang Jejak Leluhur Tak kalah penting, tradisi Nyekar atau ziarah kubur menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan Ramadhan di Sumedang. Berbondong-bondong, sanak keluarga mengunjungi makam para leluhur, orang tua, atau kerabat yang telah mendahului. Mereka membersihkan makisan, menaburkan bunga, dan melantunkan doa-doa tahlil serta istighfar. Nyekar bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pengingat akan fana-nya dunia, serta kesempatan untuk mendoakan mereka yang telah tiada agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Tradisi ini juga menjadi momen silaturahmi antar keluarga yang mungkin jarang bertemu.
  3. JatiNetwork: Penjaga Tradisi, Jembatan Informasi Di tengah gempuran modernisasi, JatiNetwork hadir sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Kami turut bangga melihat bagaimana masyarakat Sumedang tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan agama, menjadikan Kuramas dan Nyekar sebagai pilar dalam menyambut Ramadhan. Tradisi-tradisi ini bukan hanya ritual semata, melainkan manifestasi dari keimanan, ketaatan, dan kebersamaan yang patut dijaga dan diwariskan ke generasi mendatang.

Ajakan untuk Pembaca: Mari, Akang Teteh dan seluruh masyarakat Sumedang, kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk kembali ke fitrah, menguatkan tali silaturahmi, dan melestarikan tradisi-tradisi baik yang telah diwariskan. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. ***(GM-AI)

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING