Ringkasan Berita:
- Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat ikut dipantau Pemkab Sumedang.
- Hingga saat ini belum ada laporan warga Sumedang yang terdampak langsung.
- Pemkab mengkaji potensi dampak global seperti energi, ekonomi, dan perjalanan umrah.
JatiNetwork.Com – Memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga Sumedang yang terdampak langsung oleh konflik tersebut.
“Selama ini belum ada laporan warga Sumedang yang terkena dampak langsung perang di Timur Tengah,” ujar Dony.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memantau perkembangan situasi global secara cermat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak yang bisa dirasakan hingga ke tingkat daerah.
Menurutnya, eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas, terutama dalam sektor ekonomi dan energi.
“Kita berharap konflik segera berakhir dan ada solusi damai sehingga tidak berdampak secara global, termasuk kepada Indonesia,” katanya.
Dony mengungkapkan pihaknya juga terus mengkaji potensi dampak tidak langsung yang bisa memengaruhi kondisi daerah.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan gangguan terhadap pasokan energi global, khususnya minyak.
“Saya juga mengkaji berbagai dampaknya, misalnya soal minyak. Mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan,” ungkapnya.
Selain sektor energi, pemerintah daerah juga memperhatikan potensi dampak lanjutan terhadap kondisi ekonomi lokal apabila konflik tersebut berlangsung dalam waktu yang lama.
Menurut Dony, pemerintah pusat diyakini telah melakukan berbagai perhitungan dan langkah antisipasi terhadap dampak geopolitik global tersebut.
“Saya pikir pemerintah pusat sudah memikirkan itu. Di manapun posisi kita, harus memahami geopolitik,” ujarnya.
Untuk memperbarui informasi, Dony mengaku rutin mengikuti perkembangan berita internasional dari berbagai sumber guna memahami dinamika konflik yang sedang berlangsung.
Ia memantau sejumlah media internasional serta pemberitaan nasional sebagai bahan pertimbangan dalam membaca situasi global.
Terkait keberangkatan jamaah umrah, Dony menyebut telah ada imbauan dari Kementerian Agama Republik Indonesia agar masyarakat menunda perjalanan ke Tanah Suci selama situasi konflik masih berlangsung.
Meski demikian, ia mendapatkan informasi bahwa penerbangan langsung menuju Jeddah masih tetap beroperasi.
“Sudah ada imbauan untuk menunda keberangkatan. Tapi saya dapat informasi yang direct ke Jeddah masih berjalan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya rekomendasi dari DPR RI Komisi VIII yang menyarankan agar keberangkatan umrah ditunda sementara hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif.
Menurutnya, pemerintah pusat tentu telah mempertimbangkan berbagai aspek keamanan sebelum mengambil keputusan terkait perjalanan ibadah tersebut.
“Kalau saya lihat, Kementerian Agama dan DPR RI Komisi VIII merekomendasikan untuk menunda dulu umrah saat konflik masih terjadi,” pungkasnya. ***











