JatiNetwork.com – Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Di bawah kepemimpinan Dony Ahmad Munir, Pemkab Sumedang berhasil dinobatkan sebagai peringkat 1 nasional dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.
Dony Ahmad Munir mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Sumedang berhasil meraih indeks pelayanan publik tertinggi dengan skor 4,72 (Kategori A), mengungguli kabupaten-kabupaten lain di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua, hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah tahun 2025 menempatkan Pemkab Sumedang di Ranking 1 Nasional,” ujar Dony dalam keterangannya.
Fokus pada Kemudahan Urusan Rakyat Dony menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan ini adalah komitmen seluruh aparatur pemerintah untuk mempermudah urusan rakyat. Ia selalu berpesan kepada para pegawai pemerintah agar inovasi bukan sekadar formalitas, melainkan alat untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efisien.
“Dalam setiap kesempatan, saya selalu berpesan kepada para pegawai pemerintah untuk selalu mempermudah urusan rakyat dan melakukan inovasi. Karena mempermudah urusan rakyat, maka Allah SWT akan memudahkan urusan kita,” tegasnya.
Indikator Keberhasilan Penilaian yang dilakukan oleh Kemenpan RB mencakup enam komponen utama yang berhasil dijalankan secara optimal oleh Dony Ahmad Munir dan jajarannya, yaitu:
- Kebijakan Pelayanan: Standar pelayanan yang transparan dan akuntabel.
- Profesionalisme SDM: Kompetensi aparatur yang melayani dengan ramah dan solutif.
- Sarana dan Prasarana: Fasilitas pelayanan yang nyaman dan aksesibel bagi semua kalangan.
- Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP): Digitalisasi pelayanan yang memudahkan akses warga.
- Konsultasi dan Pengaduan: Respon cepat terhadap keluhan masyarakat.
- Inovasi Pelayanan: Terobosan-terobosan baru yang memangkas birokrasi.
Dominasi di 10 Besar Nasional Berdasarkan data yang dirilis, Sumedang memimpin di posisi puncak dengan nilai 4,72, disusul oleh Pemkab Sleman (4,70) dan Pemkab Badung (4,69). Keberhasilan ini semakin memperkokoh posisi Sumedang sebagai “Kabupaten Digital” dan role model transformasi birokrasi di Indonesia.
Tidak hanya di sektor pelayanan publik umum, Dony juga terus mendorong sektor strategis lainnya. Di saat yang bersamaan, ia juga tengah fokus menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp12,5 miliar untuk kelompok tani di wilayah Ujungjaya guna mendukung ketahanan pangan lokal.
Pencapaian ini diharapkan Dony menjadi motivasi bagi seluruh ASN di Sumedang untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan dan tidak cepat berpuas diri demi kesejahteraan masyarakat Sumedang.***











