JatiNetwork.Com [JNC] – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan perlunya keterlibatan penuh pemerintah dalam penanganan Bendung Cihamerang. Langkah ini diambil menyusul ketidakmampuan perusahaan tol dalam mengatasi dampak serius dari terbentuknya bendungan tersebut, yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Bendung setinggi sekitar 30 meter dengan luas genangan mencapai delapan hektare itu bukan terbentuk secara alami. Menurut Dony, bendungan muncul akibat tumpukan tanah disposal dari proyek pembangunan jalan tol yang menimbun saluran air hingga amblas dan memutus aliran, sehingga air menggenang dan membentuk bendungan besar.
“Secara prinsip ini merupakan kewajiban perusahaan. Namun karena perusahaan sudah tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penanganan, maka pemerintah harus turun tangan bersama. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana risiko bisa ditekan,” tegas Dony dalam rapat koordinasi penanganan Bendung Cihamerang.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama BBWS Citarum, BBWS Cimancis, PSDAP Provinsi Jawa Barat, serta instansi teknis terkait lainnya harus mengambil alih proses penanganan. Fokus utama dilakukan melalui pengeringan bendungan secara bertahap dan aman, disertai pemantauan ketat pada spillway agar aliran air tidak terganggu longsoran kecil.
“Mulai hari Sabtu, fokusnya adalah pengeringan sambil memperkuat dinding bendungan. Ini penting untuk mengurangi tekanan air dan mencegah risiko jebol. Pembagian tugas antarinstansi sudah jelas,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga melibatkan para ahli geologi, ahli mekanika tanah, dan ahli hidrologi untuk memastikan stabilitas struktur tanah. Hal ini dinilai krusial mengingat lokasi Bendung Cihamerang hanya berjarak sekitar 400 meter dari jalur Tol Cisumdawu.
Dony menambahkan, persoalan Bendung Cihamerang sebenarnya telah ditangani sejak awal melalui penyodetan spillway bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) guna menurunkan ketinggian air. Bantuan bagi warga terdampak pun terus disalurkan, baik oleh pemerintah maupun pihak perusahaan.
“Kepada warga, saya minta tidak khawatir. Pemerintah bergerak untuk melindungi masyarakat. Semua langkah dilakukan secara terukur agar risiko bencana bisa dikurangi. Kita ingin masalah ini benar-benar tuntas,” katanya.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan potensi dampak siklon tropis, Bupati Sumedang menegaskan bahwa penanganan Bendung Cihamerang harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi, terlebih karena pihak perusahaan tol dinilai tidak mampu menyelesaikan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunannya.***

















