JatiNetwork.Com – Pernahkah Anda melihat video tokoh publik mengatakan hal-hal kontroversial yang tidak masuk akal? Hati-hati, bisa jadi itu bukan orang aslinya, melainkan Deepfake.
Seiring berkembangnya AI di tahun 2026, batasan antara kenyataan dan rekayasa digital menjadi sangat tipis. Video hoax kini tidak lagi hanya berupa potongan gambar, tapi sudah berbentuk audio-visual yang sangat mulus.
Apa Itu Deepfake? Deepfake adalah teknik manipulasi gambar atau video menggunakan kecerdasan buatan untuk mengganti wajah atau suara seseorang dengan orang lain.
Tujuannya beragam, mulai dari hiburan hingga yang berbahaya seperti penyebaran fitnah atau penipuan (hoax).
Cara Mendeteksi Video Buatan AI:
Meskipun AI makin pintar, mereka tetap meninggalkan “jejak digital” yang bisa kita kenali jika kita teliti:
- Perhatikan Kedipan Mata: Salah satu kelemahan klasik AI adalah kesulitan meniru pola kedipan mata manusia secara natural. Jika orang dalam video jarang berkedip atau kedipannya terasa kaku, patut dicurigai.
- Cek Area Mulut dan Gigi: Perhatikan saat tokoh dalam video berbicara. AI seringkali gagal merender detail gigi dengan sempurna atau gerakan bibir yang tidak sinkron dengan pelafalan huruf tertentu (seperti B, M, atau P).
- Bayangan dan Pencahayaan: Perhatikan apakah bayangan di wajah konsisten dengan sumber cahaya di latar belakang. Deepfake sering kali memiliki pencahayaan wajah yang “terlalu sempurna” atau justru tidak menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
- Gangguan Visual (Artifacts): Jika Anda melihat ada “glitch” atau bayangan halus di sekitar garis rahang atau rambut saat orang tersebut bergerak cepat, itu adalah indikasi kuat bahwa wajah tersebut ditempel secara digital.
- Intonasi Suara yang Datar: Walaupun suara bisa dikloning, emosi dan jeda nafas manusia sangat sulit ditiru 100%. Suara AI cenderung memiliki ritme yang terlalu konsisten atau tanpa dinamika emosi yang tepat.
Kesimpulan: Verifikasi adalah Kunci Di dunia yang serba AI ini, prinsip kita tetap sama: Saring sebelum Sharing. Jangan mudah terprovokasi oleh video yang terlihat bombastis. Selalu lakukan cek silang ke sumber berita terpercaya seperti JatiNetwork untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.***[Gemini-AI]











