Petani Tembakau di Daerah Ini Peroleh Manfaat Ganda dari Bantuan Domba DBHCHT 2025

Ilustrasi: Petani tembakau Tomo–Jatigede menerima bantuan domba dari program DBHCHT 2025

JatiNetwork.Com [JNC] – Baru-baru ini para petani tembakau di Kecamatan Tomo dan Jatigede, Kabupaten Sumedang, mengaku merasakan manfaat besar dari bantuan domba yang dialokasikan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025. Bantuan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah di luar musim tanam.

Dedi, Ketua Kelompok Tani Tembakau Cibeusi di Desa Darmawangi, menyampaikan bahwa populasi domba bantuan kini berkembang pesat. Ia menilai perkembangan itu sangat membantu petani ketika pendapatan tembakau sedang tidak stabil.

Menurutnya, keberadaan ternak domba membuka peluang ekonomi tambahan bagi keluarga petani. Pendapatan dari hasil pengembangbiakan domba dapat menutupi kebutuhan mendesak di luar masa panen.

Ketua Kelompok Tani Sri Mandiri di Desa Cisampih, Kecamatan Jatigede, Anung, juga merasakan manfaat serupa. Ia menyebut bantuan domba memberi rasa aman karena petani tidak sepenuhnya bergantung pada hasil tembakau.

Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca kerap membuat produktivitas tembakau berubah-ubah. Dengan adanya domba, para petani memiliki sumber penghasilan alternatif yang lebih stabil.

Ketua UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Tomo–Ujungjaya–Jatigede, Dedi Darmawan, menjelaskan bahwa pemilihan domba telah melalui kesepakatan dengan APTI. Tujuannya agar dana DBHCHT menjangkau lebih banyak penerima.

Ia mengatakan harga domba yang relatif terjangkau memungkinkan lebih banyak petani mendapatkan manfaat. Semakin banyak penerima, semakin besar dampak pemberdayaan ekonomi yang tercipta.

Menurutnya, domba juga memiliki siklus reproduksi cepat, sehingga populasinya dapat berlipat ganda dalam waktu singkat. Hal itu membuka peluang pendapatan yang terus bertumbuh bagi petani.

Dedi menambahkan bahwa kotoran domba sangat bermanfaat sebagai pupuk organik. Penggunaan pupuk kandang membantu meningkatkan kualitas daun tembakau dan menjaga kesuburan tanah.

Dengan bantuan tersebut, petani kini menjalankan dua aktivitas produktif sekaligus: budidaya tembakau dan pemeliharaan ternak domba. Keduanya dinilai saling menguatkan dan memberikan nilai tambah.

Program bantuan domba berbasis DBHCHT ini diharapkan terus berlanjut karena terbukti meningkatkan kesejahteraan petani. Selain menambah penghasilan, program ini memperkuat kemandirian ekonomi warga Tomo dan Jatigede.[***]