AI  

Bukan Sihir, Ini Cara Mahasiswa dan Pelajar Sumedang Pakai AI Ngerjain Tugas Tanpa Dicurigai Guru

Ilustrasi : Sejumlah pelajar di Sumedang memanfaatkan teknologi AI sebagai asisten belajar untuk menyelesaikan tugas sekolah dan kuliah

JatiNetwork.Com – Dunia pendidikan kini memasuki fase baru. Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar cerita fiksi ilmiah, melainkan sudah menjadi alat bantu nyata dalam proses belajar.

Di Sumedang, mahasiswa dan pelajar mulai memanfaatkan AI sebagai “teman pintar” untuk mengerjakan tugas sekolah maupun kuliah.

Namun, penggunaan AI bukan berarti boleh asal pakai. Justru, jika tidak digunakan dengan bijak, teknologi ini bisa menimbulkan kesan curang di mata guru dan dosen. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan AI agar tetap aman, efektif, dan tidak mencurigakan?

AI sebagai Asisten, Bukan Joki Tugas

Penting untuk dipahami, AI seperti ChatGPT, Google Gemini, dan sejenisnya dirancang sebagai pendamping belajar, bukan pengganti otak manusia. Berikut beberapa fungsi AI yang bisa dimanfaatkan secara sehat:

  1. Mencari ide awal: Cocok untuk menentukan topik, kerangka esai, atau konsep tugas.
  2. Merangkum materi: Membantu menyederhanakan buku atau modul yang panjang.
  3. Menyederhanakan bahasa: Menjelaskan istilah rumit menjadi lebih mudah dipahami.
  4. Mengecek tata bahasa: Memeriksa ejaan, struktur kalimat, dan kejelasan tulisan.

Strategi Agar Tidak Terlihat Curang

Guru dan dosen kini juga makin paham teknologi. Karena itu, pelajar perlu strategi agar tetap terlihat otentik:

  1. Jangan copy-paste mentah: Gunakan jawaban AI sebagai referensi, lalu tulis ulang dengan gaya sendiri.
  2. Cek ulang fakta: AI bisa keliru atau berhalusinasi. Selalu verifikasi data ke sumber terpercaya.
  3. Tambahkan sudut pandang pribadi: Opini, pengalaman, dan analisis tidak bisa digantikan AI.
  4. Latih pemahaman: Tanyakan ulang pada AI dengan sudut pandang berbeda agar benar-benar mengerti materinya.

Dengan pemanfaatan yang tepat, AI justru bisa meningkatkan kualitas belajar, bukan sekadar alat “jalan pintas”. Mahasiswa dan pelajar di Sumedang pun berpeluang menjadi generasi yang lebih adaptif, kritis, dan siap menghadapi era digital.***

📡
🎙️
ON AIR
🔊
Radio Jati Network ● LIVE STREAMING