Ujang Bejo: Pangeran Santri Menyebarkan Islam Melalui Budaya

FotoJet 78 1655795523 125.163.29.247
Disparbudpora Kabupaten Sumedang mempersebahkan teatrikal Pangeran Santri pada Pembukaan MTQ Jabar ke 37 di Kawasan IPP Sumedang

JatiNetwork.Com – Eyang Pangeran Santri adalah keturunan Cirebon yang menyebarkan Agama Islam melalui pendekatan Budaya di Sumedang dan sekitarnya.

Demikian pesan yang disampaikan dalam teatrikal pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Ke-37 tingkat Provinsi Jawa Barat (MTQ Jabar) tahun 2022 di Kabupaten Sumedang, 19 Juni 2022.

Teatrikal Kolosal “Sejarah Pangeran Santri”, disutradarai Ujang Bejo, yang juga merupakan PNS pada Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang (Disparbudpora Sumedang).

Dengan sangat meribah, tari kolosal yang melibatkan 150 orang penari dan pemusik tersebut berhasil memukau para tamu undangan dan kafilah MTQ yang memadati lapangan IPP Sumedang tersebut.

Hadir menyaksikan aksinya, Wakil Gubernur dan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir beserta tamu undangan lainnya yang menikmati setiap adegan dan cerita perjuangan Eyang Pangeran Santri dalam menyebarkan syi’ar Islam di Sumedang.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Jawa Barat 7 Maret 2022

Ditermui dilokasi kegiatan, Ujang Bejo mengatakan bahwa Eyang Pangeran Santri adalah tokoh sentral yang berasal dari Cirebon yang menikah dengan Ratu Pucuk Umun kemudian menjadi raja dan menyebarkan agama Islam di Sumedang bersama keturunannya.

“Ini salah satu perjuangan yang luar biasa. Menyebarkan agama Islam melalui budaya dengan sikap santun, ramah dan berakhlak mulia sehingga Pangeran Santri bisa diterima di Sumedang dan Sumedang menjadi kerajaan Islam di Tatar Sunda,” ujarnya.

Pertunjukan yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut bertujuan untuk menginspirasi generasi penerus supaya bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta mencetak santri-santri yang sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Sumedang saat ini.

Baca Juga:  Sidang Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Digeruduk Aliansi Masyarakat Sumedang

“Dari Visi Sumedang Simpati, Agamisnya yang kita angkat. Jadi kita mengangkat marwah Sumedang ini dengan cerita Pangeran Santri agar para santri bisa paham tentang sejarahnya,” tuturnya.

Ujang Bejo menyebutkan, 150 orang personal yang dilibatkan dalam pertunjukan tersebut tidak banyak merekrut dari profesional, melainkan anak-anak sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang.

Oleh karena itu, untuk tampil seperti yang diharapkan membutuhkan waktu yang cukup lama, serta keseriusan dan kekompakan agar alur ceritanya sesuai naskah.

“Proses latihannya cukup lama, sekitar 20 kali latihan. Kita susun naskah terlebih dahulu, kemudian kita transfer kepada para penata tari dan penata musik, kita sinkronkan chemistry-nya dan rasanya agar alurnya sesuai naskah. Alhamdulillah penampilan tadi sesuai dengan ekspektasi,” katanya.***

Baca Juga:  Peringatan Dini Cuaca Sumedang 17 Februari 2022 Sore Hari