Pj Bupati Sumedang Hadir di Sidang Promosi Doktor Tono Suhartono

Pj Bupati Sumedang Hadir di Sidang Promosi Doktor Tono

JatiNetwork – Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, hadir dalam sidang promosi gelar doktor Kepala Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, yang berlangsung di Kampus Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Senin, 1 Juli 2024.

Sidang tersebut menandai pencapaian akademis Tono dalam bidang ilmu pertanian, dengan disertasi yang mengangkat tema “Konsentrasi Model Pemberdayaan Petani Mangga Gedong Gincu Kabupaten Sumedang”.

Dalam presentasinya, Tono Suhartono memaparkan hasil penelitian mendalam yang menawarkan inovasi dalam pemberdayaan petani mangga Gedong Gincu.

Baca Juga:  Bhara 92 Deklasari Dukung Dony Ahmad Munir Jadi Bupati Sumedang 2 Periode

Salah satu program unggulan yang disoroti adalah “Satu Hektare Buruh Tani Bangkit” (STARBAK), yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai inisiatif pemberdayaan.

Penelitian Tono diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pertanian di Sumedang, terutama dalam mengurangi kemiskinan ekstrem di kalangan petani.

Yudia Ramli mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Tono dalam menyelesaikan program doktoralnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga langkah maju bagi ilmu pertanian dan pemberdayaan petani di Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:  Wabup Ingatkan Masyarakat Agar Teliti Pilih Lembaga Peminjaman Uang

“Sidang promosi gelar doktor ini tidak hanya menjadi kesuksesan pribadi, tetapi juga menjadi langkah maju dalam pengembangan ilmu pertanian dan pemberdayaan petani di Kabupaten Sumedang,” ujar Yudia Ramli.

Lebih lanjut, Yudia berharap penelitian Tono yang relevan dengan kondisi pertanian di Sumedang dapat menjadi acuan dan inspirasi bagi upaya pemberdayaan petani setempat.

Sidang promosi doktor Tono Suhartono ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan model-model pemberdayaan yang inovatif dan efektif, serta mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.***