Masihkah Berlaku Parkir Berlangganan di Sumedang?

Parkir Berlangganan Now
Lokasi Parkir berlangganan, adalah di bahu atau pinggir jalan di sepanjang jalan di Kabupaten Sumedang, kecuali di tempat yang merupakan objek pajak parkir.

JatiNetwork.Com – Mungkin pertanyaan tersebut bisa jadi retoris. Tidak perlu dijawab, karena sudah pasti tahu jawabannya. Masihkah berlaku parkir berlangganan di Sumedang? Tentunya masih. Namun kenapa ditanyakan?

Beberapa waktu yang lalu, kebetulan awak redaksi JNC parkir di tempat parkir Taman Endog. Saat mau parkir, tidak terlihat ada petugas.

Terpampang jelas, di taman ada tulisan yang kurang lebih bahwa parkir di sini Gratis. Hal ini menunjukan bahwa lokasi tersebut, menjadi lokasi parkir berlangganan.

Sayangnya ketika hendak jalan, tiba-tiba ada seorang pria berusia muda, bertato pula. Tak jauh dari situ, ternyata dia berlari menuju ke arah kami, dari sebuah tempat dimana dia sedang bersama pria berseragam parkir.

Secara sengaja, kami bertanya: “Kang, parkirnya bayar?”

“Ya bayar atuh pak,” katanya dengan nada yang sedikit tinggi. Setelah dibayar, langsung dia pergi, bahkan tanpa menyelesaikan tugasnya, melayani parkir.

Akhirnya misi kami selesai. Dimana rumor tentang warga yang membayar parkir berlangganan, ditempat parkir berlangganan saja, masih diminta lagi uang parkir.

Baca Juga:  Sumedang Beyond Simpati: Menjadi Lebih Efektif dan Efisien dalam Pembangunan

Bagaimana kalau diluar tempat parkir berlangganan, sementara itu di Sumedang yang kecil dan camperenik ini, setiap mini market saja selalu ada tukang parkirnya. Apalagi di swalayan besar, jumlah tukang parkir melebihi banyaknya jari di tangan.

Atas kejadian ini, Tim dari redaksi JNC melakukan diskusi dan kemudian memberikan beberapa kesimpulan, saran dan kritikan, demi kemajuan Sumedang ke depan.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan dari Redaksi:

  1. Tukang parkir berlangganan yang digaji dengan uang negara, terindikasi lalai dalam menjalankan tugasnya. Hal ini terpantau dengan sering meninggalkan lokasi tempat dimana mereka ditugaskan. Wajar jika kemudian disinyalir bahwa petugas parkir bekerjasama dengan ormas atau preman. Bagaimana dengan para pengawasnya, dinas terkait dan juga Pemda Sumedang secara keseluruhan. Sepertinya setali tiga uang, yang diawasi dan yang mengawasi sama-sama sepakat untuk seolah saling terawasi. Hal ini karena sepanjang diberlakukannya Parkir Berlangganan di Sumedang, kasus ini masih tetap berjalan.
  2. Sanksi Tegas atau Mengundurkan Diri. Jika dirasa bahwa menjadi tukang parkir berlangganan menurunkan pendapatan, maka sebaiknya berhenti saja jadi petugas Parkir Berlangganan. masih banyak tempat di Sumedang, walaupun ilegal yang bisa dijadikan parkir berbayar. Atau cari pekerjaan lain yang lebih berkah.
  3. Jaga Nama Baik dan Korps sesama tukang parkir berseragam. Anda sudah mendapatkan apresiasi dari Negara. Diberikan Seragam dan digaji. Tunaikan tugas, jangan mengalihkan tanggungjawab kepada pihak lain, apalagi yang tidak beretika. Selain preman bertato, juga berbahasa yang kasar, apalgi tugasnya sebagai tukang parkir tidak ditunaikan.
  4. Bagi para pengawas, pejabat di dinas terkait. Ingat bahwa Anda mengemban tugas yang cukup berat. Mengawasi agar hak-hak rakyat dapat diberikan dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada lagi pungutan parkir di lokasi parkir berlangganan, yakni sepanjang bahu jalan se kabupaten Sumedang.
  5. Bagi para pemungut Parkir, pastikan bahwa anda juga memungut parkir berlangganan dengan humanis. Sampaikan hak dan kewajibannya, secara logis. Namun demikian, optimalisasi kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan Samsat, Dealer, maupun komunitas lainnya.
  6. Bagi pengemudi dan pembayar retribusi parkir, jangan sesekali memberikan uang parkir di lokasi yang jelas-jelas diberi tanda Parkir Berlangganan, karen hal tersebut akan menjadikan sebuah kebiasaan jelek. Kalaupun, ternyata tetap dikejar oleh tukang parkir atau preman, sebaiknya videokan, lalu beri ceramah dikit, walaupun bayar, lalu viralkan. Agar ada efek jera bagi mereka.
Baca Juga:  Pemda Kabupaten Sumedang Diperiksa BPK RI Perwakilan Jawa Barat untuk Evaluasi Keuangan Tahun 2023

Demikian menjawab pertanyaan tentang Parkir Berlangganan di Sumedang, memang masih ada,. Tapi ada atau tidaknya, sepertinya sama saja. Tidak ada bedanya, kecuali tambah beban buat rakyat, dan juga tambah beban buat negara.***

Dapatkan Update Berita, Informasi Terkini dan BreakingNews setiap hari dari JatiNetwork.Com (JNC). Mari bergabung dengan “Google.News – JNC“, caranya klik “Google News“, lalu klik mengikuti!.