Di Hadapan Pelajar SMAN Situraja, Gubernur Bercerita Sejarah Kakeknya

Di Hadapan Pelajar SMAN Situraja Gubernur Bercerita Sejarah Kakeknya

JatiNetwork.Com – Kakek Gubernur Ridwan Kamil, Almarhum K H Muhyiddin atau dikenal Mama Pagelaran, merupakan ulama pada zaman penjajahan Belanda. Beliau diminta Dalem (Bupati) Sumedang pada waktu itu untuk menyebarkan agama Islam di Sumedang.

Demikian cerita Gubernur Ridwan Kamil di hadapan siswa-siswi SMAN 1 Situraja saat kegiatan Sarling (Siaran Keliling) di SMAN 1 Situraja, Rabu (2/8).

“Datanglah Bupati Sumedang ke Bupati Garut meminta ulama dengan tiga kriteria. Uatma dengan keislamannya. Jago beladiri silat. Harus bisa menjadi pujangga. Dipilih kakek (saya) dari Banyuresmi Garut pindah ke Sumedang,” ucapnya.

Baca Juga:  Gempa Cianjur, Bisa Menjalar Ke Patahan Lain di Jawa Barat! Ini Analisanya

Menurutnya, sewaktu kakeknya pindah ke Sumedang sekitar Tahun 1918 diberi sebidang tanah dan membuat pesantren di Desa Serang Kecamatan Cimalaka.

“Tapi dalam perjalannya akhirnya pindah ke belakang Masjid Agung. Sekarang Kaum. Nenek asli Sumedang, tepatnya orang Tanjungkerta. Jadi Pak Gubernur dari kecil sampai nenek meninggal dunia itu kalau Salat Idul Fitri, pasti di Alun-alun Sumedang,” ujarnya

Dikatakan Gubernur, akhirnya cucu Mama Pagelaran tersebut saat besarnya ditakdirkan berkesempatan merenovasi dan mendesain Alun-alun Sumedang.

“Itulah takdir si anak yang cuek, sudah besarnya berbakti (ke Sumedang) dengan berbagai hal,” tuturnya.

Baca Juga:  Hari Purbakala Nasional 14 Juni, Bambang Rianto: Lindungi Peninggalan Purba di Sumedang

Ia pun menyebutkan beberapa proyek strategis di Kabupaten Sumedang yang difasilitasi olehnya.

“Jadi di Sumedang Pak Gubernur membangun banyak sekali. Pada 13 Agustus menara Kujang Sapasang akan diresmikan, Alun-alun Sumedang, Gedung Creative Center, Masjid Al-Kamil, Geotheater Rancakalong. Termasuk 12 tahun kami menunggu Tol Cisumdawu, akhirnya selesai di masa saya menjabat,” ucapnya.

Ia mengatakan, kesimpulan dari ceritanya ialah agar para siswa bercita-cita tinggi dan berusaha mewujudkannya.

“Pepatah Bung Karno, bercita-citalah setinggi langit, kalau jatuh atau gagal, kamu jatuh diantara bintang-bintang. Itulah pesan saya kepada adik-adik,” tuturnya.

Baca Juga:  Kapolsek Sukodono Positif Narkoba, 3 Polisi Lainnya Turut Diciduk

Ridwan Kamil menambahkan, Pemuda Jawa Barat yang keren harus mempunyai empat ciri.

“Fisiknya kuat, tidak stunting (FQ), otaknya cerdas (IQ), berahlak (EQ) dan rajin Ibadah (SQ). Jadi kalau mau sukses, ingat keempat di atas. Itulah manusia paripurna Jawa Barat,” pungkasnya.

***