Cerita Mak Omoh: Cara Baru Pemda Sumedang Atasi Kemiskinan yang Wajib Kamu Tahu

Mak Omoh
Mak Omoh, Warga Cimungkal Kecamatan Wado mendapat kado istimewa dari Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman: Bibit Ayam dan Sayuran, untuk pengentasan Kemiskinan

JatiNetwork.Com – Di suatu dusun yang tenang di Sumedang, hidup seorang wanita berusia 70 tahun yang dikenal sebagai Mak Omoh. Hidupnya tidak selalu mudah. Namun, pada suatu hari, perubahan besar datang ke hidupnya, dan itu adalah cerita yang harus kamu ketahui.

Mak Omoh adalah salah satu dari banyak warga di Dusun Cimungkal, Kecamatan Wado yang telah berjuang sepanjang hidupnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, pada suatu hari, dia mengalami momen yang tak terlupakan.

Pj Bupati Herman Suryatman datang mengunjungi dusun mereka dalam kegiatan “Pamarentah Sareng Warga Ngawangun Silaturahmi Nguatkeun Kamandirian Lembur (Pasang Sangkur)” pada tanggal 4 Oktober 2023.

Pj Bupati Herman Suryatman membawa hadiah istimewa untuk Mak Omoh dan beberapa warga lainnya – bibit-bibit ayam. Mak Omoh terharu, bahkan hingga berlinang air mata.

“Saya sangat senang diberi bantuan bibit ayam oleh Pak Bupati. Di masa tua, saya masih bisa memelihara ayam. Semoga Pak bupati sehat dan selalu sayang kepada kami,” kata Mak Omoh dengan matanya yang berkaca-kaca.

Baca Juga:  Hari Purbakala Nasional 14 Juni, Bambang Rianto: Lindungi Peninggalan Purba di Sumedang

Namun, bantuan ini tidak hanya untuk Mak Omoh. Pasangan suami istri, Kardi (52) dan Edah (50), yang juga bekerja serabutan, juga menerima bantuan bibit ayam.

Kardi mengucapkan terima kasih dan berencana untuk merawat ayam-ayam tersebut agar bisa berkembang biak lebih banyak lagi.

“Bibit ayam ini akan dipelihara supaya beranak pinak dan bisa dijual sehingga punya penghasilan tambahan,” ujarnya dengan senyum.

Apa yang terjadi di Dusun Cimungkal ini adalah contoh dari upaya Pemda Sumedang untuk mengatasi kemiskinan dengan cara yang inovatif.

Pj Bupati Herman Suryatman bahkan meminta kepala desa di Kecamatan Wado untuk mengalokasikan dana desa guna membeli lebih banyak bibit ayam yang dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Ini adalah langkah maju dalam memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga:  Ratusan Anak Yatim Dibagi Santunan dari Komunitas Mobil Pajero Indonesia

Tidak hanya bibit ayam, Herman juga memberikan bantuan bibit cabai dan sayuran dalam polibag untuk ditanam di pekarangan rumah warga.

“Memanfaatkan pekarangan lebih produktif dengan menanam bibit cabai dan sayuran ini, maka selain bisa dikonsumsi sendiri juga bisa dijual,” jelasnya.

Pj Bupati Herman Suryatman memiliki visi yang ambisius. Dia menargetkan dengan berbagai program dan bantuan seperti ini, 386 warga miskin ekstrem di Kecamatan Wado bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan.
“Saya harap peningkatan literasi ke masyarakat guna mengatasi kemiskinan bisa meningkat 100 persen sehingga masyarakat miskin tidak perlu lagi khawatir membeli cabai dan dapat mengonsumsi makanan yang bergizi. Ke depan, warga ekstrem tidak ada lagi di Kabupaten Sumedang, dimulai dari kecamatan Wado,” katanya dengan tekad kuat.

Baca Juga:  Perjalanan Pasca Gempa Sumedang, Pj Bupati Putuskan Akhir Masa Tanggap Darurat, dan Sumedang Fokus Ke Tahap Transisi

Cerita Mak Omoh adalah salah satu dari banyak kisah di seluruh Sumedang yang menjadi bagian dari perubahan besar ini. Ini adalah cerita tentang harapan, kebaikan, dan langkah-langkah nyata menuju peningkatan kualitas hidup warga miskin. Dan seperti judulnya katakan, cerita ini adalah “Cara Baru Pemda Sumedang Atasi Kemiskinan yang Wajib Kamu Tahu.”***

Dapatkan Update Berita, Informasi Terkini dan BreakingNews setiap hari dari JatiNetwork.Com (JNC). Mari bergabung dengan “Google.News – JNC“, caranya klik “Google News“, lalu klik mengikuti!.