Ancaman Disentegrasi Bangsa Indonesia Pasca Indonesia Merdeka Pada Tahun 1945-1965

Peta Zaman DUlu
Peta Indonesia

JatiNetwork.Com – Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai ancaman, salah satunya adalah ancaman disintegrasi bangsa.

Ancaman disintegrasi bangsa adalah ancaman yang dapat memecah belah bangsa Indonesia dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ancaman disintegrasi bangsa dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:

  1. Perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
  2. Perbedaan kepentingan antarkelompok masyarakat.
  3. Kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil.
  4. Pengaruh luar negeri.

Persoalan

Ancaman disintegrasi bangsa telah terjadi di Indonesia sejak awal kemerdekaan. Pada tahun 1946, terjadi pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.

Pemberontakan ini dipimpin oleh Kartosoewiryo yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Operasi pagar betis dilakukan untuk menanggulangi pemberontakan DI/TII Kartosoewiryo dengan cara menutup akses pintu keluar masuk pemberontak.

Pada tahun 1948, terjadi pemberontakan PKI di Madiun. Pemberontakan ini dipimpin oleh Musso yang ingin mendirikan negara komunis.

Pada tahun 1950, terjadi pemberontakan RMS di Maluku. Pemberontakan ini dipimpin oleh Soumokil yang ingin mendirikan Republik Maluku Selatan (RMS).

Baca Juga:  Masa Orientasi Pendidikan Kepramukaan, Rela Pedih dan Menahan Perih

Pemberontakan G30 S-PKI atau Gerakan 30 September oleh PKI yaitu Partai Komunis Indonesia yang dipimpin oleh B.N Aidit untuk menggulingkan pemerintahan Presiden ke-1 Indonesia Soekarno.

Pada tahun 1957-1958, terjadi pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi. Pemberontakan ini dipimpin oleh Ahmad Husein dan Ventje Sumual yang ingin membentuk pemerintahan sendiri.

Ancaman disintegrasi bangsa juga terjadi di era reformasi. Pada tahun 1999, terjadi referendum di Timor Timur yang akhirnya memutuskan untuk merdeka dari Indonesia.

Pada tahun 2000-an, terjadi berbagai aksi kekerasan di Aceh yang menuntut kemerdekaan.

Pada tahun 2013-2014, terjadi aksi separatisme di Papua yang menuntut kemerdekaan.

Adapun perlawanan bangsa Indonesia dari pengaruh luar negeri yaitu sebagai berikut:

Peristiwa Surabaya 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

Peristiwa Bandung Lautan Api 23 Maret 1946. Peristiwa ini disebabkan oleh pihak sekutu yang ingin menguasai wilayah Bandung Selatan setelah dibagi dua oleh hasil perundingan antara RI dan AFNEI.

Baca Juga:  Masa Orientasi Pendidikan Kepramukaan, Rela Pedih dan Menahan Perih

Perempuran di Bekasi 29 November 1945. Atas perintah Panglima Inggris di Jawa, Letjen Christison.

Pertempuran Ambarawa 20 Oktober 1945. Merupakan peristiwa perlawanan yang terjadi antara tentara dan pemuda Indonesia melawan tentara inggris.

Kesimpulan

Ancaman disintegrasi bangsa merupakan ancaman serius yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia harus terus berupaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar ancaman disintegrasi bangsa dapat diatasi.

Upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa dewasa ini dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu upaya preventif dan upaya represif. Upaya preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya ancaman disintegrasi bangsa.

Upaya ini dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya represif bertujuan untuk mengatasi ancaman disintegrasi bangsa yang telah terjadi.

Baca Juga:  Masa Orientasi Pendidikan Kepramukaan, Rela Pedih dan Menahan Perih

Upaya ini dilakukan dengan cara menggunakan kekuatan militer untuk menumpas pemberontakan atau aksi separatisme.

Upaya preventif merupakan upaya yang paling efektif untuk mencegah terjadinya ancaman disintegrasi bangsa.

Upaya ini harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Upaya represif hanya bersifat sementara dan tidak dapat menyelesaikan akar permasalahan.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus lebih fokus pada upaya preventif dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa. Upaya preventif dapat dilakukan dengan cara:

  1. Meningkatkan pendidikan dan wawasan kebangsaan masyarakat.
  2. Mengembangkan ekonomi rakyat secara merata
  3. Menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  4. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan bangsa Indonesia dapat terhindar dari ancaman disintegrasi bangsa dan dapat terus bersatu dalam mewujudkan cita-cita nasional.***

Dapatkan Update Berita, Informasi Terkini dan BreakingNews setiap hari dari JatiNetwork.Com (JNC). Mari bergabung dengan “Google.News – JNC“, caranya klik “Google News“, lalu klik mengikuti!.

Penulis: Virgi Karen NuryamaEditor: Rauf Nuryama